Pulang dari Jakarta, Pasien PDP Corona Meninggal

DANUREJAN (MERAPI)- Sebanyak 2 orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) virus Covid-19 atau corona di DIY dilaporkan meninggal pada Kamis malam (27/3). Sehingga total PDP yang meninggal hingga saat ini berjumlah 4 orang.
Pasien pertama meninggal di RSUD Sleman yakni PDP wanita berusia 76 tahun masuk pada 16 Maret 2020. Riwayat pasien sebelumnya pulang dari Jakarta. Sedangkan 1 orang PDP meninggal lainnya seorang wanita berusia 59 tahun beralamat di Gunungkidul, masuk RS Panti Rahayu tanggal 19 Maret 2020. Riwayat pasien berhubungan dengan anaknya yang baru datang dari Jakarta.
“Keduanya belum ada hasil laboratorium,” ujar Juru bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan, Jumat (27/3). Adapun update data pasien positif di Yogyakarta per Jumat (27/3) bertambah 1 orang menjadi 19 orang. Yakni seorang laki-laki berusia 53 tahun beralamat di Bantul. “Tambahan 1 hasil pemeriksaan positif dari laporan hasil uji di BBTKL PP DIY sebagai berikut, Kasus 19, Laki-laki berusia 53 tahun,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan ada perbedaan data antara Pemerintah Pusat yang sebelumnya mengatakan penambahan pasien positif Covid-19 di DIY sebanyak 4 orang. Berty pun menjelaskan pihaknya hanya menerima tambahan 1 orang positif saja. “Kami hanya menerima tambahan 1 orang positif, dan sudah kami kroscek ke Pusat, ternyata ada tambahan 5 hasil positif. Sudah kami cek ke seluruh Rumah Sakit tidak ada sampel atas nama tersebut. Sehingga tambahan positif di DIY hari ini sudah sesuai, 1 positif,” tandasnya.
Adapun total data pasien dalam pengawasan (PDP) per 27 Maret 2020 sudah diperiksa/diswab sebanyak 143 orang, hasil negatif sebanyak 37 orang, hasil positif sebanyak 19 orang dengan rincian pasien sembuh 1 orang dan meninggal 3 orang. Pasien masih dalam proses sebanyak 87 orang dan diketahui meninggal sebanyak 4 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty MKes kepada wartawan, Jumat (27/3) juga membenarkan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Gunungkidul meninggal dunia. Dengan meninggalnya seorang perempuan berusia 59 tahun berasal dari Kecamatan Karangmojo ini, berarti sudah ada 2 pasien berstatus PDP corona di Gunungkidul meninggal dunia. “Kami masih melakukan penelusuran mengenai riwayat pasien wanita yang berasal dari Kecamatan Karangmojo tersebut,” katanya.
Dijelaskan, dalam riwayat perawatan medis, yang bersangkutan masuk ke RS Panti Rahayu pada Minggu 22 Maret 2020 lalu, dan untuk penelusuran terkait riwayat pasien masih dilakukan oleh Puskesmas Karangmojo. Penelusuran ini terkait dengan riwayat pasien dari mulai perjalanan hingga masuk rumah sakit. Sementara pasien positif di Gunungkidul 1 orang dan masih dirawat di RSUD Wonosari. “Untuk paisen positif kondisinya sudah baik sekali, dan setelah 14 hari akan diperiksa swab tenggorokannya. Jika negatif maka diperbolehkan pulang,” imbuhnya.

Saat ini ujarnya, keluarga pasien positif corona yang berjumlah 6 orang sudah dilakukan isolasi mandiri di rumah dan tidak boleh keluar, tidak boleh melakukan kontak dengan orang lain, menggunakan alat makan dan mandi sendiri. “Jika selama 14 hari tidak ada keluhan, nantinya akan dinyatakan tidak terinfeksi,” kata Dewi.
Di Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman membenarkan satu pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman pada Kamis (26/3). Namun belum diketahui apakah dia positif corona atau tidak.
“Hasil laboratorium sampai saat ini belum turun, sehingga belum dapat dipastikan apakah positif terinfeksi COVID-19 atau tidak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Jumat. Menurut dia, PDP yang berusia 75 tahun tersebut sempat dirawat di RSUD Sleman selama satu hari sebelum akhirnya meninggal. “Jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Pakem pada Kamis malam,” katanya.

Ia mengatakan, pasien mempunyai riwayat baru pulang dari Jakarta dengan naik bus umum, beberapa waktu lalu. “Setelah dua hari di rumah, yang bersangkutan merasa demam dan dibawa ke RSUD Sleman di Murangan dan pada Kamis 26 Maret 2020 pukul 18.00 WIB dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Joko mengatakan, pemerintahan desa di mana pasien tinggal sudah membuat surat edaran agar warganya yang habis bepergian dari luar daerah untuk melapor ke puskesmas maupun pemerintah desa. “Yang bersangkutan tinggal di rumah sendiri, suami sudah meninggal dan anaknya di Jakarta,” katanya. Ia mengatakan, di Kabupaten Sleman yang konfirmasi positif ada delapan orang, tiga orang sudah meninggal dunia sehingga yang masih dirawat lima orang.

Sementara itu sebagai upaya menekan wabah corona, Tim gabungan Polres Sleman, TNI, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Sleman melakukan pendataan sekaligus pemeriksaan terhadap penumpang di Terminal Jombor, Jumat (27/3) pagi dipimpin langsung oleh Wakapolres Sleman, Kompol M Kasim Akbar Bantilan.
“Sementara kita di Jombor mendata seluruh pendatang yang mungkin masuk ke wilayah Sleman untuk kita ambil datanya,” kata Kompol Akbar, kemarin. Selain didata, para penumpang diminta turun dari bus untuk kemudian dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Setelah semuanya diperiksa, baru diumumkan suhu rerata para penumpang melalui pengeras suara. (C-4/Pur/Shn)

Read previous post:
IKHTIAR MEMUTUS SIKLUS COVID 19-Takmir Masjid Terapkan Lockdown

Close