Libur Corona, Puluhan Pelajar Nongkrong di Warnet

UMBULHARJO (MERAPI)-Puluhan pelajar di Kota Yogyakarta terjaring patroli yang diadakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat diberlakukan belajar mandiri di rumah. Mereka ditemukan tengah nongkrong di warung dan bermain di warung internet (warnet).
“Ada sekitar sepuluh orang pelajar yang terjaring patroli Satpol PP. Kami temukan di warmindo dan warnet,” kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto, Kamis (26/3).
Dia menyebut pelajar yang terjaring itu beragam mulai dari SMP hingga SMA. Namun kebanyakan pelajar yang kedapatan nongkrong adalah pelajar SMA. Para pelajar yang berada di warung dan warnet tersebut langsung diminta untuk pulang ke rumah masing-masing.
“Mereka langsung kami minta untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah agar belajar,” ujarnya.

Dia menyatakan patroli pelajar itu sudah dilakukan sejak minggu kemarin. Menurutnya dari patroli minggu kemarin masih banyak anak muda usia pelajar yang nongkrong. Namun mulai Senin pekan ini jumlah pelajar yang nongkrong di warung maupun di warnet dan game online sudah berkurang.
“Masih ada. Tapi sudah jarang kami temukan pelajar yang nongkrong maupun main game online di warnet,” Imbuh Agus.
Pihaknya tetap akan melakukan giat patroli pelajar tersebut selama diberlakukan pembelajaran di rumah. Dia berharap orangtua juga berperang mengawasi anak-anaknya agar tetap di rumah dan belajar sesuai tugas dari sekolah. Di samping itu agar tidak ada kerumunan atau kelompok orang untuk mencegah persebaran virus corona.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarat Budi Asrori mengatakan, masih terus melakukan evaluasi terhadap pembelajaran di rumah. Diakuinya ada kendala dalam pelaksanana pembelajaran di rumah seperti komunikasi.
“Karena tidak ada tatap muka antara guru dan siswa tentu pola komunikasinya beda dengan ketemu langsung. Jadi lebih lambat,” tambah Budi.
Pihaknya sudah mengimbau sekolah agar tidak memberikan tugas-tugas yang berat kepada siswa dalam pembelajaran di rumah. Namun tetap perlu peran orangtua untuk mendampingi belajar di rumah. Terutama untuk pelajar jenjang SD. Sedangkan jenjang SMP dinilainya pembelajaran di rumah dengan metode online tidak banyak keluhan dan kendala. (Tri)

Read previous post:
Tanpa Kunjungan Pencatat Meter, Pemakaian Listrik Dihitung Rata-rata 3 Bulan Terakhir

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan PLN ditiadakan sementara waktu untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. Oleh

Close