Medsos Rawan Jadi Ajang Bisnis Narkoba

DEPOK (MERAPI)- Ditresnarkoba Polda DIY meringkus lima orang pelaku penyalahgunaan narkotika dan dan obat-obatan berbahaya. Bahkan satu orang pelaku di antaranya adalah seorang perempuan. Rata-rata pelaku membeli narkoba di media sosial.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto didampingi Wadir Narkoba AKBP Bakti Andriyono kepada wartawan, Kamis (26/3) mengatakan, pelaku ditangkap karena meresahkan masyarakat. Selain itu untuk menciptakan Yogya bebas narkoba.
“Pelaku ditangkap dalam kurun waktu satu minggu. Mereka ditangkap dari tiga laporan berbeda,” ujar Kombes Yuliyanto. Para pelaku yang diamankan adalah M (23), GRT (55), B (31), V (27) dan C (28). Dari tangan mereka, Polda DIY menyita barang bukti sabu-sabu sebanyak 6,65 gram, pil sapi 7,470 butir, 100 butir pil mersu Riklona Clonazepam, 1 butir ekstasi, 3 butir dan 1/4 pil inex.

AKBP Bakti Andriyono menambahakan, dilihat dari kuantitas barang bukti yang disita masih terlihat sedikit. Pelaku masih dalam tahap pembeli.
Menurutnya, rata-rata para pelaku membeli melalui media sosial kemudian nanti dikirim melalui jasa pengiriman. Kebanyakan para pelaku ini membeli barang haram tersebut dari Jakarta, dan dikirim melalui jasa ekspedisi.
“Pelaku membeli melalui media sosial. Kemudian ada yang face to face membeli langsung. Cara membayarnya ada yang transfer sebagian ada yang cash money juga,” jelasnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 96 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Pasal 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. “Kami akan meminta hakim untuk memberikan hukuman yang paling berat bagi pelaku penyalahgunaan narkoba,” pungksnya. (Shn)

Read previous post:
Hilangkan Spaneng dengan Merawat Ikan Louhan

PENGGEMAR ikan hias yang biasa dikonteskan seperti louhan maupun koi datang dari berbagai kalangan. Sebagian di antaranya bahkan bergabung dalam

Close