Aji Segera Restrukturisasi KONI Yogya

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pengurus KONI Kota Yogya akhirnya melakukan audiensi ke KONI DIY pada Kamis (26/3). Melalui audiensi yang dilakukan di Kantor KONI DIY tersebut, KONI Yogya memperkenalkan ketua umum terpilih melalui Musorkotlub yakni, Aji Karnanto.

Dalam pertemuan tersebut, Aji menyampaikan adanya keinginan untuk melakukan restrukturisasi kepengurusan KONI Yogya di bawah kepemimpinannya sesuai usulan beberapa anggota dalam Musorkotlub.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Kadin Kota Yogya tersebut, restrukturisasi pengurus menjadi amanah dari anggota karena sudah disampaikan saat Musorkotlub pada 21 Maret lalu.

“Kami juga sampaikan saat audiensi tadi terkait restrukturisasi pengurus kepada KONI DIY. Namun kami tetap menunggu SK dari KONI DIY untuk legalitasnya. Untuk melangkah lebih jauh, kan harus ada ketua secara definitif yang ditetapkan melalui SK itu,” terang Aji sesuai audiensi, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengungkapkan, pihaknya mendukung jika ada upaya restrukturisasi di dalam kepengurusan KONI Yogya yang sudah muncul dalam Musorkotlub beberapa waktu lalu.

“Dari KONI Yogya tadi sudah menyampaikan hasil Musorkotlub dan sudah mengenalkan ketua terpilihnya. Untuk SK terkait penetapan ketua definitif, harapannya hari ini (kemarin, red) segera ditandatangani sehingga rencana restrukturisasi bisa dilakukan di bawah kepemimpinan ketua yang baru ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Djoko Pekik juga mengingatkan agar pelaksanaan restrukturisasi kepengurusan tetap memperhatikan AD/ART KONI. “Terutama untuk unsur-unsur pimpinan jangan sampai ada rangkap jabatan. Semua harus sesuai dengan ketentuan pada AD/ART KONI,” lanjutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketum KONI Yogya, Dwi Haroyah menyampaikan bahwa pihaknya memang melakukan audiensi dengan KONI DIY setelah menyelenggarakan Musorkotlub.

“Kami sudah berdiskusi dengan KONI DIY, termasuk setelah ini jika SK sudah diterbitkan, tidak ada pelaksanaan serah-terima jabatan serta pengukuhan. Hal itu karena melihat kondisi yang kurang memungkinkan, terutama untuk pengerahan massa. Ini kaitannya dengan antisipasi penyebaran virus corona, sesuai imbauan pemerintah,” beber Dwi Haroyah. (Oro)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Jumat (27/3/2020)

Close