Cadangan Beras Sukoharjo Melimpah, Kebutuhan Pangan Masyarakat Selama KLB Corona Aman

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya bersama Forkopimda Sukoharjo saat mengecek stok beras di gudang Bulog, Telukan, Grogol. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya bersama Forkopimda Sukoharjo saat mengecek stok beras di gudang Bulog, Telukan, Grogol. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di tiga gudang Bulog di Sukoharjo melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan pangan selama tiga hingga empat bulan kedepan. Total beras yang tersimpan sekitar 4 ribu ton lebih. Jumlah tersebut masih bisa bertambah menunggu musim panen raya padi petani April-Mei mendatang.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Rabu (25/3) mengatakan, Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo sudah melakukan pengecekan langsung CBP di gudang Bulog Telukan, Grogol untuk mengetahui secara langsung kondisi stok cadangan pangan beras. Hasilnya diketahui beras yang tersimpan dalam keadaan baik dan melimpah.

CBP tersebut sangat penting diperlukan sebagai jaminan bagi Pemkab Sukoharjo. Terlebih lagi setelah ada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona terhitung sejak Senin (23/3) kemarin.

Status KLB ditetapkan Pemkab Sukoharjo setelah ada satu warga Kecamatan Grogol positif virus corona. Karena itu Pemkab Sukoharjo perlu mengetahui secara langsung kondisi cadangan pangan khususnya beras di gudang Bulog. Sebab pemerintah pusat sendiri sudah mengeluarkan kebijakan pada masyarakat untuk membatasi aktifitas di luar dan harus berada di dalam rumah.

“Kondisi stok cadangan pangan beras di gudang Bulog melimpah. Artinya kebutuhan pangan di Sukoharjo aman,” ujarnya.

Total ada sekitar 4 ribu ton beras yang saat ini tersimpan di tiga gudang milik Bulog. Rinciannya di gudang Bulog Telukan, Grogol, gudang Bulog Triyagan, Mojolaban dan Gudang Bulog Ngabeyan, Kartasura.

Jumlah stok beras yang tersimpan di gudang Bulog tersebut masih dimungkinkan bertambah menunggu musim panen raya padi petani. Selain itu penambahan kemungkinan juga akan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.

“Semua beras ini siap apabila sewaktu waktu dibutuhkan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama penetapan KLB atau tanggap darurat virus corona,” lanjutnya.

Bupati menegaskan, Pemkab Sukoharjo akan berusaha memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat selama ada kasus virus corona seperti sekarang. Masyarakat juga diminta tenang dan tidak panik mengingat stok yang ada sekarang melimpah.

“Sukoharjo sendiri sudah mampu swasembada pangan dan setiap tahun selalu surplus beras dari hasil panen padi petani lokal. Jadi masyarakat tetap tenang karena kebutuhan pangan aman,” lanjutnya.

Jaminan keamanan kebutuhan pangan beras tersebut membuat Pemkab Sukoharjo meminta pada masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong. Sebab tindakan tersebut justru akan menyebabkan kepanikan.

“Posisi sekarang masyarakat harus mematuhi kebijakan pemerintah harus tinggal di rumah untuk memutus penyebaran virus corona,” lanjutnya.

Kepala Gudang Bulog Telukan, Grogol Wisnu Sancoyo mengatakan, stok beras tersimpan di gudang aman dan melimpah. Beras dalam kondisi siap apabila sewaktu waktu dibutuhkan.

“Beras tersimpan di satu gudang Bulog saja sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan satu daerah di Sukoharjo. Sedangkan posisi di Sukoharjo sendiri total ada tiga gudang Bulog. Jadi sangat aman bagi masyarakat Sukoharjo,” ujarnya.

Wisnu menambahkan, Gudang Bulog Telukan, Grogol siap memenuhi kebutuhan pangan Sukoharjo apabila dalam kondisi sedarurat apapun. Sebab selain stok beras di gudang melimpah, juga masih ditambah penyerapan beras dari hasil panen padi petani lokal.

“Saat panen raya stok beras akan semakin bertambah banyak berasal dari penyerapan petani lokal,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Melasti Mandiri, Umat Hindu Legawa

KARANGANYAR (MERAPI) - Upacara keagamaan Tawur Agung Kesanga dan Melasti bagi umat Hindu di Kabupaten Karanganyar dibatasi pelaksanaannya. Pemeluknya disarankan

Close