Pesantren di Pati Mulai Diliburkan, Orang Kumpul akan Disemprot Air

Jamaah di masjid Juwana berjarak satu meter. (Foto: Alwi Alaydrus).
Jamaah di masjid Juwana berjarak satu meter. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Untuk mencegah berkembangnya Corona Virus Disease (Covid 19), bupati Pati H Haryanto SH MM MSi mengeluarkan perintah untuk menutup semua tempat hiburan malam. Serta mengancam akan menyemprot air terhadap kelompok warga yang nekat kumpul kumpul di malam hari.

Melalui Surat Edaran Nomor 44C/854, Bupati Haryanto menegaskan penutupan kegiatan operasional usaha hiburan, Karaoke, Warnet, Spa/Salon dan Biliar.

“SE tersebut akan diumumkan ke semua lapisan masyarakat. Apabila ada pihak yang tidak melaksanakan SE akan dikenakan sanksi” kata bupati Haryanto, Rabu (25/3).

Kepala Satpol Polisi Pamong Praja Pati, Hadi Santosa menyatakan akan mengawal SE Bupati Pati nomer 44C/854. “Penutupan tempat hiburan, juga akan menjangkau ke LI Margorejo” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah pesantren di Kajen, Kecamatan Margoyoso mulai meliburkan santrinya hingga Lebaran. Kebijakan tersebut ditempuh setelah menimbang perkembangan terkini situasi penyebaran wabah virus Corona (Covid-19).

Koordinator Forum Komunikasi Pengasuh Pesantren Kajen (FKPPK), HM Mujiburrohman Ma’mun mengatakan, kebijakan tersebut sebagai ikhtiar menghindari wabah mematikan asal Wuhan, Tiongkok.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Mujib, Surat Edaran nomor: PRIMA/35/PP.01.1/2020 yang ditandatangani selaku Direktur Perguruan Islam Al-Hikmah (Prima), dimaklumatkan terhadap seluruh dewan guru, para pengasuh pesantren, wali murid, dan para siswa, jika Madrasah Prima memperpanjang libur hingga 3 Juni 2020.
“Tanggal itu bertepatan dengan 11 Syawal 1441 H. Atau sampai kondisi dinyatakan kondusif oleh pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya, Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen sebagai lembaga pendidikan Islam tertua, telah memaklumatkan hal yang sama.

Madrasah yang pernah dipimpin Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, juga memperpanjang libur hingga 1 Juni 2020 (9 Syawal 1441 H). Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran bernomor: KM/319/A-I/PIM/108/III/2020 yang ditandatangani Direktur PIM, H Muhammad Abbad Nafi’.

Dari pantauan wartawan, para relawan di Pati terus bergerak untuk melakukan penyemprotan disenfektan di perkantoran dan tempat ibadah. Sedang di masjid Juwana juga mulai sholat jamaah berjarak satu meter. Hal tersebut supaya menghindari adanya penularan virus corona. (Cuk)

Read previous post:
Telur Ikan Hindarkan Radikal Bebas di Tubuh

BAHAN alami baik berasal dari tumbuhan maupun satwa dapat diolah menjadi asupan bermanfaat dengan cita rasa enak dan bergizi. Ketika

Close