Diorama Tugu Yogya Disatroni Pencuri, Lempeng Tembaga Garis Sumbu Filosi Raib

YOGYAKARTA (MERAPI)- Dua lempeng tembaga garis sumbu filosofi pada diorama dan miniatur Tugu Yogya raib dicuri, Selasa dini hari (24/3). Padahal miniatur tersebut syarat akan sejarah, dibangun sebagai penanda berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pasca perjanjian Giyanti pada 1755 oleh Sri Sultan HB I.
Dari pantauan Merapi pada Rabu (25/3), dua buah lempengan yang hilang berada pada bagian selatan dan timur miniatur Panggung Krapyak.

Lempengan bagian selatan kurang lebih sepanjang hampir 200 sentimeter dengan lebar 20 sentimeter dan lempengan pada sisi timur kurang lebih 50 sentimeter dengan bekas karet terkoyak akibat ditarik paksa.
Seperti yang diketahui, miniatur sumbu filosofi terdapat pada Diorama dan miniatur Tugu Golong Gilig di sisi tenggara Kawasan Tugu Pal Putih yang dibangun pada 2014 dan dilengkapi pada 2015 sebagai Hari Jadi Kota Yogyakarta ke-259 tahun.
Diorama tersebut merupakan landmark kota dan syarat akan makna sejarah dan dapat dinikmati publik dengan menampilkan berbagai informasi sejarah berdirinya Tugu Pal Putih sejak awal hingga masa sekarang. Belum ada keterangan resmi dari Pemkot Yogya dan pemda DIY atas kejadian ini. Belum diketahui juga apakah sudah dilaporkan ke polisi atau belum.

Namun melalui akun Instagramnya, Dinas Kebudayaan DIY memposting kejadian itu. Dalam postingan itu tertulis imbauan agar kasus itu tak terulang. “Jadilah warga yang berbudaya dalam segala hal. Jaga fasilitas publik kita dengan sangat bijaksana,” tulis Dinas Kebudayaan DIY. Postingan itu mendapat respons beragam, dari warga Yogya. Rata-rata menyayangkan dan meminta petugas mengecek kamera CCTV di sekitar Tugu. “Cek CCTV di sekitar situ, siapa tahu kelihatan siapa yang nyuri,” ujar salah satu netizen. “Terlalu..,semoga pelaku cepat tertangkap,” ucap netizen lain. (C-4)

Read previous post:
Polisi Bubarkan Kerumunan Warga

TEMANGGUNG (MERAPI) - Kepala Kepolisian Resort Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan Polres Temanggung akan membubarkan kerumunan dan tidak segan memproses

Close