Ayah Pulang dari Bogor, Anak di Bantul Terjangkit Corona

YOGYAKARTA (MERAPI)- Jumlah pasien positif Covid-19 atau corona di DIY melonjak tajam, yakni bertambah 12 orang pada Rabu (25/3). Dua 2 orang di antaranya meninggal dunia. Sehingga total akumulasi pasien positif di DIY hingga saat ini menjadi 18 orang dengan rincian 1 orang sembuh dan 3 orang meninggal. Salah satu pasien positif adalah bocah berusia 7 tahun dari Bantul.
“Lonjakan angka (positif Covid-19) hari ini (kemarin) merupakan akumulasi uji laboratorium sebelumnya yang belum keluar. Seperti diketahui oleh teman-teman bahwa BBTKLPP sempat mengalami kekosongan primer yang menjadi salah satu bahan baku uji PCR,” jelas juru bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan, Rabu (25/3).

Dua hari lalu, jumlah pasien positif corona di Yogya memang masih berada di posisi 6 pasien. Kemudia hasil tes labpratorium keluar pada Selasa dan Rabu hingga jumlah pasien melonjak. Menurut Berty, dua pasien meninggal dunia terdiri dari laki-laki berusia 69 tahun warga Depok, Sleman yang meninggal di RS Bethesda Yogyakarta dan laki-laki berusia 54 tahun warga Kebumen, Jawa Tengah, meninggal di RS Panti Rapih.
Sebanyak 10 pasien positif lainnya terdiri dari 1 balita, 1 anak, 1 remaja, 3 orang berusia 30-an, dan 4 orang berusia di atas 50 tahun. Mereka tersebar di RS Panembahan Senopati, RS JIH, RSUD Wates, RSUD Wonosari, RS Panti Rapih, dan RS Bhayangkara.

Adapun update hasil laporan data pasien RS Rujukan Covid di DIY per Rabu (25/3) sudah diperiksa/diswab sebanyak 115 orang, hasil negatif sebanyak 33 orang, hasil positif sebanyak 18 orang dengan rincian 1 orang sembuh dan 3 orang meninggal. “Sementara masih dalam proses uji laboratorium sebanyak 64 orang dan 2 di antaranya meninggal,” jelas Berty.
Salah satu pasien positif terjangkit Covid-19 di Yogyakarta yang meninggal adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKMKK) Universitas Gajah Mada (UGM), Prof dr Iwan Dwiprahasto M Med Sc PhD yang menghembuskan nafas terakhir di RSUP Sardjito, Selasa (24/3) pukul 00.04 WIB.
Jenazah dimakamkan di Pemakaman Sawit Sari UGM pukul 08.00 WIB dengan upacara pemakaman yang dapat diikuti secara live di akun instagram @ugm.yogyakarta.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP sardjito Banu Hermawan mengatakan pemakaman dilakukan menggunakan protokol tertinggi sesuai standar sehingga menghindari kemungkinan persebaran virus. “Keluarga tidak boleh mendekat,” ungkapnya Selasa, (24/3) di Yogyakarta.
Disebutkan pasien meninggal positif Covid-19 tersebut memiliki riwayat penyakit bawaan yang secara medis tidak boleh disebutkan secara detail.
“Dia ada covid positif tapi ada penyakit lain. Penyakitnya tidak bisa cerita,” imbuhnya.
Di Gunungkidul, meningkatnya jumlah pemudik dari sejumlah daerah yang dinyatakan endemi diduga menjadi salah satu meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) virus corona di Kabupaten Gunungkidul. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat 1 orang yang semula dinyatakan PDP meninggal, 1 orang dinyatakan positif, jumlah ODP tercatat sebanyak 293 warga dari dua hari sebelumnya sebanyak 162 orang. Dari jumlah tersebut yang dalam perawatan intensif di rumah sakit rujukan sebanyak 8 orang kategori PDP. “Dalam dua hari kemarin jumlah ODP meningkat cukup tinggi dan hal ini akan terus kita waspadai,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes, Rabu (25/3).

Sementara di Bantul, pasien yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 di Bantul bertambah. Hingga Rabu (25/3) sore pasien psitif terjangkit bertambah menjadi 3 orang. Penambahan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penggulangan Covid-19 Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso, Rabu (25/3) pukul 15.00 WIB. Sementara itu data Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami peningkatan cukup signifikan.
Pria yang akrab dipanggil dokter Oky itu menyebut penambahan dua pasien positif covid-19 itu terhitung sejak Rabu (25/3). Dua pasien yang kemudian dinyatakan positif terjangkit Covid-19 adalah warga Kecamatan Bambanglipuro yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati dan satu orang lagi warga Kecamatan Kasihan Bantul yang dirawat di RS Panti Rapih. “Satu pasien yang dirawat di RSPS (RSUD Panembahan Senopati) masih anak-anak umur tujuh tahun,” ungkapnya.

Lebih jauh dokter Oky menyebutkan pasien anak-anak tersebut saat ini dirawat bersama kedua orangtuanya. Keterangan sementara yang didapatkannya pasien anak ini belum teridentifikasi riwayat perjalan sebelumnya. Namun begitu, pihaknya menyebut ayah dari pasien sebelumnya datang dari daerah terjangkit, yakni Bogor. “Kita sudah sampaikan informasi ini kepada Puskesmas masing-masing untuk segera ditacking (ditelusuri),” ungkapnya.
Sementara itu, satu pasien positif lainya yang dirawat di ruang isolasi RS Panti Rapih adalah pasien laki-laki berumur 71 tahun. Pasien tersebut awalnya justru ditemukan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Menurut Dokter Oky, keterangan yang diterimanya pasien tersebut berdomisili di Kecamatan Kasihan dan memiliki riwayat dari negara terjangkit yakni Singapura. Siti menambahkan, pasien anak yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 masuk di RSUD Panembahan Senopati Bantul sejak 17 Maret 2020 yang lalu. Dia mengakui dari informasi awal bahwa ayah dari pasien anak tersebut diketahui baru pulang dari Bogor, Jawa Barat. “Saat ini dirawat dan kondisinya membaik,” ujarnya singkat. (C-4/Pur/C1)

Read previous post:
Jawa Tengah Salah Satu Tumpuan Serapan KUR Pertanian

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Pemerintah telah meningkatkan alokasi KUR pada 2020 ini, dari semula hanya Rp 150 triliun, menjadi Rp

Close