Latihan PSIM Lanjut, Kondisi Pemain Dipantau

BANTUL (HARIAN MERAPI) – Meski operator kompetisi Liga 2 2020, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk meliburkan pertandingan selama dua pekan karena persebaran wabah virus covid-19 atau corona, PSIM Yogya tetap menggelar latihan. Meski demikian latihan hanya digelar satu kali sehari, tidak seperti biasanya.

Menurut Manajer PSIM, David MP Hutauruk, keputusan untuk tetap menggelar latihan bagi skuad Laskar Mataram agar kebugaran pemain dalam kondisi yang baik ketika kompetisi kembali bergulir. “Latihan tetap lanjut. Hanya saja itu dilakukan tertutup sehingga tidak mengundang banyak orang untuk berkumpul,” tuturnya, Kamis (19/3) malam.

Ditambahkan David, untuk memutuskan akan dilakukan latihan, pihaknya lebih dulu akan melihat kondisi Purwaka Yudi dan kawan-kawan. “Setiap hari kami pantau kondisi pemain. Jika kondisinya masih bagus dan memungkinkan, kami latihan. Untuk keputusan latihan atau tidak, itu juga diputuskan di hari itu,” imbuhnya.

David mengungkapkan, keputusannya agar para pemain tetap berlatih, tak dipungkiri untuk menjaga agar <I>peack performance<P> pemain tidak hilang. “Ya kan perlu dijaga itu. Namun kalau memang berisiko, tentu kami tak menggelar latihan,” ungkapnya.

Meski demikian, David juga mengakui bahwa pihaknya sebenarnya juga khawatir dengan persebaran virus corona. “Kalau waspada itu pasti. Apalagi saat ini sudah ada yang kena di Yogyakarta. Jadi kami tetap pantau setiap harinya,” akunya.

Tak hanya soal latihan, manajemen PSIM juga meningkatkan perhatian terhadap lingkungan tempat singgah para pemain. “Untuk mess pemain juga kami lakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Ini bentuk pencegahan juga agar tidak tertular, ya salah satu usahanya seperti itu,” beber David.

Sementara itu, pada program latihan Jumat (20/3) sore, PSIM melakukan latih tanding dengan klub lokal asal Bantul, PS Sumber Agung di Stadion Dwi Windu, Bantul. PSIM memetik kemenangan besar dengan delapan gol tanpa balas. Gol PSIM dilesakkan oleh Raffi Dwi Angga dengan 3 gol, Musafri 2 gol serta masing-masing satu gol dari Yoga Pratama, Slamet Budiono dan bunuh diri pemain lawan.

Usai latihan, Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro menyampaikan bahwa pertandingan tersebut belum bisa menjadi tolok ukur untuk evaluasi secara menyeluruh seusai laga kompetisi melawan Sriwijaya FC. “Evaluasi tetap ada ya tapi saya lihatnya secara individu tiap pemain. Ada yang progresnya bagus. Tapi memang ada juga yang perlu diperbaiki. Latih tanding juga untuk menjaga sentuhan pemain agar ada variasi tidak hanya latihan biasa,” tuturnya. (Oro)

Read previous post:
Kualitas Air Menentukan Budi Daya Ikan Air Tawar

MINAT membudidayakan ikan air tawar cukup tinggi. Salah satu buktinya cukup mudah menemukan kolam-kolam ikan terlebih di kawasan pedesaan, baik

Close