Dua Pelajar SMP 4 Kali Nyuri Infak

NGAGLIK (MERAPI)- Dua orang pelajar SMP di Sleman harus berurusan dengan pihak kepolisian. Mereka diamanakan Tim Resmob Polsek Ngaglik lantaran aksi nekatnya mencuri kotak amal di 4 masjid. Agar aksinya berjalan mulus, kedua pelaku menyamar sebagai jemaah dan pura-pura salat.
Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi Hari Sulistia, melalui Kanit Reskrim Iptu Budi Karyanto SH kepada wartawan, Kamis (19/3) mengatakan, kedua pelaku yang diamankan yakni MD (15) warga Maguwoharjo Depok, dan MV (13) warga Wedomartani, Ngemplak.
“Saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Ngaglik. Kendati demikian, proses hukum mereka sesuai dengan peradilan anak,” ujar Kompol Tri Adi, kemarin.

Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat, bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian kotal amal di Masjid An Nur Dusun Gondang Legi Ngaglik Sleman. Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV masjid.
Dalam rekaman itu terlihat kedua pelaku datang ke lokasi kejadian dengan sepeda motor Honda Supra AB 3726 PU. Setelah memastikan situasi aman, pelaku lantas masuk dalam masjid dan menggasak kotak amal di dalamnya.
Setelah mendapatkan barang yang diingikan, kedua pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian. Berbekal rekaman CCTV, petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Dengan dipimpin Iptu Budi Karyanto SH, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku setelah melacak nomor polisi motornya. Petugas akhirnya sukses mengendus keberadaan pelaku bersembunyi. Tidak mau buruannya lepas, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa obeng, sepeda motor, jaket dan kotak amal berukuran Panjang 40 cm, lebar 30 cm, tinggi 80 cm. Pelaku dan barang bukti kemudian digelandang ke Polsek Ngaglik.
Dikatakan Iptu Budi, dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku sebelumnya juga sukses mencuri kotak amal di empat Masjid dengan kerugian ratusan ribu rupiah. Rinciannya, tiga di Sleman dan satu di Klaten. Kendati demikian, pihaknya masih terus melakukan penyidikan.
“Kami juga masih terus mendalami berapa banyak masjid yang telah menjadi korban. Tapi pengakuan sementara ada 4 Masjid di Sleman dan Klaten,” ujarnya.
Iptu Budi menambahkan, dalam menjalankan aksinya pelaku ini mencari sasaran secara acak. Setelah mendapat sasaran, mereka beraksi dengan berpura-pura salat. Saat memastikan situasi aman, pelaku pun mencongkel kotak amal menggunakan obeng.

“Pelaku mencongkel kotak amal dengan obeng, kemudian mengambil uang di dalamnya. Ada juga yang dibawa kotak amalnya,” jelasnya.
Kepada polisi, pelaku mengaku uang hasil kejahatannya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk membayar utang ke temannya. Atas perbuatannya kedua pelaku saat ini sudah dititipkan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR).
“Kemarin di Klaten sudah dilakukan diversi, jadi kita tidak bisa diversi lagi. Sekarang kita titipkan di PSBR,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
404 Hektare Tanaman Padi di Kulonprogo Terancam Puso

WATES (HARIAN MERAPI) - Seluas 404 hektare tanaman padi di Kabupaten Kulonprogo terancam puso akibat terendam luapan banjir saat hujan

Close