MEMBELI SECARA PATUNGAN- 2 Pengedar Pil Yarindo Divonis 6 Bulan


YOGYA (MERAPI) – Dua pengedar obat keras berupa pil Yarindo, Ganesha (28) dan Deny Setiyawan (30) masing-masing divonis 6 bulan penjara potong masa tahanan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Kamis (19/3). Selain itu kedua terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 3 juta subsider 1 bulan kurungan.


Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa Widodo Andriyanto SH yang sebelumnya menuntut 9 bulan penjara serta denda Rp 3 juta subsider 1 bulan kurungan.
Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, awalnya para terdakwa patungan terkumpul uang Rp 1 juta yang digunakan untuk membeli pil Yarindo. Uang tersebut selanjutnya ditransfer kepada seseorang dengan akun Facebook Ananta Andep dan mendapatkan 1 toples pil Yarindo isi berisi 1.000 butir.

Selanjutnya pada Senin 4 November 2019 sekitar pukul 19.30 para terdakwa telah menjual pil kepada saksi Maulana sebanyak 100 butir pil Yarindo seharga Rp 200 ribu. Selang sehari setelahnya kedua terdakwa berhasil menjual 50 butir pil Yarindo kepada saksi Joko seharga Rp 50 ribu.


Setelah adanya laporan dari masyarakat, pada Kamis 7 November 2019 sekitar pukul 14.45 petugas kepolisian mengamankan para terdakwa di wilayah Gamping Sleman. Dari tangan para terdakwa ditemukan sebuah tas slempang berisi 6 plastik klip masing-masing berisi 10 plastik klip yang berisi 10 butir pil Yarindo dengan jumlah keseluruhan 600 butir.


Setelah diamankan, para terdakwa mengaku tidak memiliki keahlian dibidang farmasi telah menjual sediaan farmasi berupa obat keras berbentuk tablet warna putih berlogo Y tersebut.
Obat keras berbentuk tablet warna putih berupa pil Yarindo yang mengandung Trihexyphenidyl yang dijual terdakwa termasuk dalam kategori obat keras daftar G. Untuk mendapatkannya harus dengan resep dokter dan dibeli di apotek resmi serta peredarannya harus seizin pejabat yang berwenang.


Sedangkan terdakwa mendapatkannya dari seseorang dengan akun Facebook Ananta Andep. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 196 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (C-5)


Read previous post:
Banjir Indramayu, Kementan Siapkan Bantuan Pompanisasi dan Bibit

INDRAMAYU (HARIAN MERAPI) - Lahan sawah di Kabupaten Indramayu seluas 6.092 ha tergenang banjir, dan 32 ha di antaranya puso dan sebagian

Close