Jadi Begal, Pelajar Todongkan Pistol Mainan

MOYUDAN (MERAPI)- Dua oknum pelajar di Moyudan, Sleman nekat menjadi begal. Mereka mengaku sebagai anggota polisi lantas menodongkan pistol mainan kepada pelajar lain yang melintas di bulak Dusun Kesungbanteng, Sumberagung, Moyudan sebelum merampas 2 HP.
Kapolsek Moyudan AKP M Darban kepada wartawan, Rabu (18/3) mengatakan, kedua pelaku yang diamankan yakni DP (19) warga Margodadi, Seyegan dan FY (16) warga Sidoagung Godean. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan di Polsek Moyudan Sleman.

“Kedua pelaku ini masih berstatus pelajar, namun satu orang sudah dewasa dan satu orang bawah umur,” beber AKP Darban. Dikatakan, kasus ini terungkap setelah petugas mendapat laporan korban perampasan handphone di bulak Dusun Kesungbanteng, Sumberagung, Moyudan pada pekan lalu. Mendapat laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Kepada polisi, korban yang berjumlah empat orang itu mengaku takut saat pelaku mengeluarkan pistol. Kasus ini bermula saat kedua pelaku menghentikan keempat orang korban di lokasi kejadian. Dengan mengaku sebagai anggota polisi, pelaku minta dua handphone milik korban. Bahkan untuk menakut-nakuti korbannya, tersangka DP mengeluarkan pistol mainan. Korban yang juga masih pelajar ketakutan dan langsung menyerahkan handphone pada pelaku. “Tidak ada perlawanan dari para korban,” jelas Darban.

Setelah mendapat barang yang diingikan, pelaku langsung mengambil kunci motor milik korban agar mereka tak dikejar. Selanjutnya kedua pelaku meninggalkan korban di lokasi kejadian.
“Jadi korban ini dituduh anggota ‘klitih’ oleh pelaku. Karena ketakutan mereka langsung menuruti permintaan pelaku, tidak ada perlawanan juga dari para korban,” katanya.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, polisi berhasil mengidentifikasi kedua korban. Ciri mereka dikenali korban hingga memudahkan penangkapan. “Kedua pelaku ditangkap di rumah mereka,” jelasnya.
Dikatakan Darban, handphone hasil rampasan oleh pelaku dibagi dua dan masih digunakan sehari-hari. Saat ini petugas masih terus mengembangkan kasus ini apakah masih ada TKP lain selain di wilayah Moyudan.

“Pelaku DP saat ini masih dalam pengawasan Bapas. Sebelumnya ia tersandung kasus kepemilikan senjata tajam tahun 2016 lalu,” tandasnya.
Sementara tersangka DP mengaku nekat melakukan tindakan perampasan karena tak punya uang. Ia sengaja mengaku sebagai anggota polisi untuk menakut-nakuti korbannya.
“Untuk menakut-nakuti saja, biar mudah mendapatkan hasilnya. Handphone masih saya gunakan,” akunya. Atas perbuatannya, DP dijerat dengan pasal 365 ayat (2) ke 2e KUHP atau pasal 368 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.
“Pelaku FY karena masih bawah umur diproses sesuai dengan peradilan anak,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
DINKES RILIS PETA PERSEBARAN COVID-19-Bantah Giwangan Jadi Zona Merah Virus Corona

UMBULHARJO (MERAPI)-Dinas Kesehatan DIY merilis peta persebaran Covid-19 atau virus corona melalui http://corona.jogjaprov.go.id/map-covid-19-diy. Sementara itu Pemerintah Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogya

Close