2 Tahun Korupsi, Oknum PNS Raup Rp 2 Miliar

MAGELANG (MERAPI)– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang menetapkan Gns (54), seorang oknum PNS di Pemkab Magelang sebagai tersangka korupsi. Untuk saat ini, ia ditahan Kejari agar tidak melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti. Tersangka diduga melakukan tindak korupsi senilai Rp 2 Miliar lebih.
“Korupsi dilakukan tersangka dengan cara memperjualbelikan dan meminjam-pakaikan sejumlah asset milik Pemkab Magelang itu kepada pihak lain. Sementara hasil penjualan dan penjaminan itu, tidak dilaporkan ke kas daerah tapi untuk kepentingan pribadi,” kata Kepala Kejari Kabupaten Magelang, Rivo Ch M Medellu SH kepada wartawan, Selasa (17/3) di kantornya.

Akibat perbuatan tersangka itu, kata Rivo, negara mengalami kerugian senilai kurang lebih Rp 2 Miliar lebih. Diduga, tersangka memperjualbelikan dan meminjam-pakaikan sejumlah aset milik Pemkab Magelang itu tanpa melalui prosedur. Tindakan itu, dilakukan sejak 2017 hingga 2019.
“Aset yang digunakan tersangka diambil dari tiga lokasi. Yakni gudang BPBD, SKPD dan gudang Setkab Magelang. Tersangka ada yang melakukan sendiri, ada yang melalui orang suruhannya. Kebetulan tersangka adalah yang bertanggungjawab mengelola aset-aset milik Pemkab Magelang tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), lanjut Rivo, asset yang dikorupsi tersangka total ada 130 item. “Kebanyakan adalah roda dua (80), beberapa roda tiga, roda empat (mobil), truk dan bus. Selain itu, juga ada alat-alat perkantoran, bongkaran pasar, mebeler, gedung bahkan buku-buku perpustakaan. Yang terbaru adalah beberapa mobil Toyota Innova keluaran tahun 2014, yang sebelumnya dipakai oleh pimpinan DPRD,” sebutnya.
Dari semua itu, ada beberapa asset yang berhasil diamankan pihaknya. Yakni dua Toyota Innova, mobil Jip dan Toyota Kijang Super. “Total nilai dari asset yang berhasil kami amankan itu, ada sekitar Rp 400 juta. Untuk yang lainnya, masih kami cari. Saat ini, kami juga sudah kerjasama dengan Samsat Kabupaten Magelang untuk memblokirnya,” ungkapnya.

Untuk saat ini, pihaknya akan merampungkan surat dakwaan selama 20 hari kedepan. “Semoga tidak ada perpanjangan. Saat ini, kami akan memaksimalkan waktu 20 hari itu. Yang jelas, tersangka akan dikenakan pasal 2 dan 3 UU Tipikor dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 20 tahun,” pungkasnya. (Bag)

Read previous post:
Jam Kunjung Pasien RS Jogja Ditiadakan

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Rumah sakit milik Pemkot Yogyakarta, RS Jogja meniadakan jam kunjung untuk pasien rawat inap. Kebijakan itu

Close