PSS Gelar Latihan Tertutup

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Skuad PSS Sleman tetap menggelar latihan seperti biasa meski PT LIB menunda pekan ke-4 Liga 1 tanpa batas waktu karena penyebaran Virus Corona di Indonesia. Namun pelatih kepala PSS, Dejan Antonic mengagendakan latihan Laskar Sembada akan digelar tertutup alias tidak boleh ditonton agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam penyebaran virus.

Dejan juga sudah berkoordinasi dengan manajemen tentang keinginan latihan tertutup itu. “Tentu sudah saya komunikasikan, buat saya kesehatan nomor satu. Kasus ini (corona) tidak bisa dibuat bahan candaan, anda harus mengerti itu karena kami menganggapnya sangat serius. Pemain saya liburkan dulu tiga hari, tidak boleh keluar rumah kecuali penting,” tegas Dejan, Senin (16/3) siang.

Asisten Manajer PSS, M Eksan, membenarkan Dejan. Ia membeberkan komunikasi sudah terbangun agar setelah Rabu (18/3) nanti para pemain akan kembali ke Sleman untuk menggelar latihan tertutup tanpa penonton. Tidak sembarang orang bisa masuk, bahkan rencananya ada pemeriksaan suhu tubuh sebelum latihan. Ia juga berharap Sleman Fans mengerti keinginan Dejan dan pemain ini karena tujuannya semata-mata kesehatan para pemain.

“Sudah ada komunikasi, lapangannya juga sudah ada nanti untuk latihan tertutup. Di tengah situasi ini kami ingin yang terbaik bagi tim,” kata M Eksan.

Latihan di tengah menyebarnya virus memang cukup berisiko. Keputusan menggelar latihan tertutup setidaknya cukup tepat untuk menekan penyebaran sekaligus evaluasi habis-habisan tiga pertandingan yang telah dilalui Bagus Nirwanto dan kawan-kawan. Andai Liga 1 tidak disetop untuk sementara, PSS hanya tidak akan bisa maksimal dalam mengevaluasi taktik dan strategi karena hanya punya waktu beberapa hari sebelum bersiap menghadapi laga selanjutnya.

“Di satu sisi kami punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi PSIS Semarang sekaligus evaluasi apa yang kurang,” tambah M Eksan.

Dari tiga pertandingan yang telah dijalani PSS, mental jadi persoalan utama. Di laga pertama di kandang PSM Makassar, para pemain tampil gugup di awal pertandingan sehingga kalah penguasaan bola dan peluang. Namun di babak kedua permainan membaik dan lini serang mampu menciptakan banyak peluang. Situasi serupa terjadi saat menjamu Tira Persikabo lalu berlanjut di kandang Persib Bandung. Masalah mental ini mengakibatkan PSS baru mengumpulkan satu angka dan terdampar di peringkat 16 klasemen sementara.

Dejan sendiri mengakui masalah di tubuh PSS itu. Rasa gugup dan kurang percaya diri membuat tim kurang lepas di babak pertama. Namun ia melihat ada progres baik yang ditunjukan para pemain dalam tiga pertandingan. Hanya saja eks pelatih Borneo FC dan Madura United itu melihat belum menemukan momentum kebangkitan untuk PSS.

“Tiga pertandingan terutama di Bandung tidak mudah, tapi anak-anak memperlihatkan kerja keras mereka. Butuh waktu untuk bangkit dan kami sedang menyiapkan diri untuk menang,” kata Dejan. (Des)

Read previous post:
Gegara Corona, Jumlah Penumpang Bus Jurusan Solo-Yogya Menurun

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Jumlah penumpang bus jurusan Yogya-Solo dari dan menuju Terminal Giwangan berkurang drastis. Kondisi ini dipengaruhi status

Close