JARING ATLET E-SPORT BANTUL – Garda Bangsa Gelar Kompetisi Mobile Legend

Abdul Halim Muslih saat membuka turnamen. (HARIAN MERAPI-RIZA MARZUKI)

BANTUL (HARIAN MERAPI) – Olahraga elektronik atau yang tenar disebut eSport kini mulai marak digandrungi anak muda. Bahkan eSport masuk dalam salah satu cabang olahraga Asian Games yang lalu. Meski begitu di daerah eSport nampaknya belum mendapatkan atensi dari pemerintah. Garda Bangsa Kabupaten Bantul pun tergerak untuk melakukan penjaringan atlet eSport sejak dini. Sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menggelar kompetisi Mobile Legend di Bantul, Minggu (15/3).

Panitia kompetisi, Ivan Galang Rambu menyebut turnamen eSport ini diikuti tidak kurang 100 peserta. Seluruhnya terbagi dalam 32 tim milenial. Selama sehari peserta akan bertanding untuk mencari tiga tim terbaik. Mereka memperebutkan hadiah dari panitia dengan total hingga jutaan rupiah. “Penyelenggaraan ini kerja sama antara Garda Bangsa dan Samudra Pro, dan didukung oleh Wakil Bupati Bantul,” ungkapnya.

Menurut Ivan Rambu, selain mewadahi anak muda yang hobi dengan permainan elektronik, turnamen ini digelar untuk melakukan penjaringan terhadap calon atlet eSport. Di Bantul menurutnya, peminat eSport cukup besar. Akan tetapi sampai hari ini belum ada wadah yang dapat digunakan untuk menyalurkan minat tersebut. Termasuk kompetisi maupun turnamen intensitasnya masih dinilai rendah. “Padahal di Bantul ini sangat potensial untuk menjaring atlet muda berbakat,” terangnya.

Dalam beberapa kali penyelenggaraan turnamen, rata-rata diikuti oleh peserta berusia 15 sampai 25 tahun. Usia milenial ini menurutnya cukup potensial. Sehingga Pemkab Bantul dalam hal ini didorong agar dapat memberikan fasilitas atau mewadahi minat para calon atlet eSport tersebut. Bahkan Ivan mengaku jika para atlet ini tidak menbutuhkan infrastruktur yang rumit dan mahal. Untuk turnamen saja mereka hanya membutuhkan tempat yang nyaman dan jaringan internet yang baik.

“Jadi menurut saya, tidak sulit bagi pemerintah untuk memfasilitasi. Kalau sudah, tinggal pembinaaan agar menjadi atlet yang andal,” paparnya.

Sementara, Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat membuka turnamen mengatakan jika pembinaan bagi calon atlet ini akan dilakukan. Mengingat dalam kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional cabang olahraga eSport pun sudah diakui. Sehingga penjaringan bakat calon atlet ini menurutnya sudah wajib dilakukan oleh pemerintah daerah. “Ini bukan sekedar hobi, tapi atlet eSport sudah menjadi profesi,” ujarnya. (C-1)

Read previous post:
Sekolah di Sukoharjo Libur 14 Hari

SUKOHARJO (MERAPI) - Sekolah mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SKB di Sukoharjo akhirnya diliburkan terkait kondisi merebaknya virus

Close