Si Manusia Tenda Mbah Wardi Sekarang Punya Rumah

Mbah Wardi di rumah barunya dari sumbangan relawan. (Foto: Alwi Alaydrus)
Mbah Wardi di rumah barunya dari sumbangan relawan. (Foto: Alwi Alaydrus)

PATI (MERAPI) – Setelah bertahan puluhan tahun hidup dibawah bentangan tenda, sekarang mbah Suwardi (68) punya rumah sendiri. Warga desa Mojo kecamatan Cluwak ini, mendapat rumah hasil iuran secara keroyokan dari beberapa elemen masyarakat.

Bantuan didapat dari bupati Haryanto melalui Basnaz. Kemudian sumbangan dari relawan Dulur Ganjar, Noto Praja mBangun Desa, Selawenan Cluwak, Geng Gonk, Ayu Peduli Juwana dan sejumlah politisi. “Tapi banyak juga dari donatur yang tidak mau disebutkan namanya” kata humas relawan, KH Abdul Muhfidz, Minggu (15/3).

Pada awalnya, berbekal sedikit dana, lalu dilakukan perbaikan gubuk saja. Yakni hanya mengubah tenda yang terbuat dari aneka plastik baliho, menjadi berbahan triplek ukuran 4×4 meter.

“Namun karena bantuan terus berdatangan, menyebabkan rencana berubah. Yaitu membangunkan rumah utk mbah Wardi secara permanen, berukuran 5×8 meter” kata perangkat desa Mojo, Harsono.

Bahkan didalam rumah mbah Wardi, sekarang dilengkapi sepasang meja kursi dan aneka perabot rumahtangga. Lengkap dengan penerangan listrik.

Sebelumnya, kehidupan mbah Wardi sempat viral di medsos. Warga net memperbincangkan nasib kakek yang hidup sendiri ini, karena hidup dibawah tenda. Keadaan semakin mengenaskan, karena untuk menyambung nafas, mbah Wardi hanya bisa menunggu kiriman nasi dari adiknya, Suwarti.

“Setelah membuatkan rumah, ternyata masih banyak rekawan yang akan memberikan bantuan. Misalnya nanti biar dibelikan kambing. Sehingga bisa menjadi sumber penghasilan” tutur Ega Tanto, ketua relawan Juwana. (Cuk)

Read previous post:
PMI Simulasi Pertolongan Pertama pada Pasien COVID-19

TEMANGGUNG (MERAPI) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung simulasi pertolongan pertama dan evakuasi pada warga suspek epidemi covid 19.

Close