PEMKOT KLAIM WISATA YOGYA BELUM TERIMBAS CORONA-Pengunjung Mal Ramai-ramai Pakai Masker

UMBULHARJO (MERAPI)- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meningkatkan deteksi potensi persebaran virus Covid-19 di beberapa tempat publik seperti stasiun, terminal dan parkir wisata. Deteksi itu menjadi bagian dari kesiapsiagaan potensi persebaran Covid-19 yang kini sudah meluas di Indonesia dan pandemi global.
“Mulai hari ini kami sudah pasang beberapa posko baru untuk pemantauan di titik-titik pertemuan masyarakat, seperti di stasiun, terminal dan tempat-tempat parkir wisata yang banyak orang datang,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, akhir pekan kemarin.
Dia menyampaikan di stasiun sebenarnya deteksi sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Pihaknya juga meminta PT Kereta Api Indonesia untuk mengintensifkan deteksi ke penumpang. Termasuk di tempat-tempat parkir wisata di kawasan Malioboro seperti Abu Bakar Ali, Senopati dan Ngabean.
“Di terminal maupun tempat parkir wisata begitu penumpang turun dideteksi dan pemimpin tur juga. Deteksi ini kesiapsiagaan potensi tersebar virus corona. Deteksi dilakukan sampai merasa aman semua,” tuturnya.

Pihaknya mengklaim pariwisata Kota Yogyakarta belum begitu berpengaruh dengan sebaran virus Covid-19 karena masih banyak turis dan kegiatan besar serta rapat-rapat di hotel. Menurutnya kondisi itu menunjukkan masyarakat luar daerah percaya Yogyakarta mampu mengatasi sebaran virus corona.
“Kami juga sudah perintahkan tempat-tempat publik seperti mal, toko, hotel dan restoran, sekolah sediakan tempat mencuci tangan, sehingga semua orang bisa membersihan diri masing-masing. Ini artinya tidak hanya pemerintah tapi masyarakat ikut serta menjaga agar virus corona bisa dicegah,” terang Heroe.
Dia menyebut selama ini pemkot bersama Dinas Kesehatan melakukan tracing atau penelusuran terhadap setiap orang yang mendapati kasus korona, dirawat di Yogyakarta dan memiliki interaksi di Yogyakarta. Penulusuran riwayat kontak dan lingkungan. Dari hasil penelusuran sebagian berstatus orang dalam pemantauan dan diberi kesempatan untuk mengisolasi diri di rumah karena baru gejala-gejala ringan.

“Sampai kini kami sudah mampu mengidentifikasi beberapa orang yang ditracing atau penelusuran dan diperlakukan sebagai orang dalam pantauan. Dilihat dari penelusuran hanya satu sampai dua rumah. Kami pantau terus. Lingkungan setempat juga sudah tahu dan masih terkendali,” jelasnya.
Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemda DIY dalam mengantisipasi persebaran virus Covid-19 yang pertama merebak di Cina. Termasuk mengkaji kembali tindakan antisipasi yang sudah dilakukan. Di Sleman, sejumlah aktivitas di pusat perbelanjaan di Kabupaten Sleman terpantau masih berjalan normal, namun tergolong sepi khususnya di hari akhir pekan, Minggu (15/3). Hal ini diduga oleh beberapa orang karena adanya pengaruh merebaknya virus corona di Indonesia.

Pantauan di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Magelang, Minggu (15/3)terlihat masih cukup banyak masyarakat yang berjalan dan belanja di tempat tersebut. Namun jumlah tersebut tergolong tidak banyak mengingat kemarin adalah weekend dan biasanya sering dipadati oleh pengunjung.
Seorang petugas informasi di Mall tersebut, Fian Fedinata (27), menuturkan tidak mengetahui secara persis kunjungan masyarakat pada hari tersebut. Namun dari pengamatannya, jumlah pengunjung yang datang memang tergolong sedikit.
“Kalau weekend terutama Sabtu dan Minggu itu biasanya ramai. Tapi hari ini kalau saya lihat sedikit. Kalau dikira-kira berkurang 30 persenan,” ungkapnya saat ditemui, Minggu (15/3).
Menurutnya, penurunan pengunjung mulai terlihat sejak 3 hari sebelumnya. Mayoritas saat ini yang berkunjung di mall tersebut adalah masyarakat dari luar kota Yogyakarta.

“Mungkin karena pengaruh virus corona juga, seperti di Jakarta beberapa tempat juga mulai sepi. Sekarang saja ini pengunjung dari luar Yogya. Kalau masyarakat lokal sendiri mungkin hanya tidak terlalu banyak,” jelasnya.
Meskipun belum sampai mengalami penurunan secara dratis, namun ia memprediksi kondisinya juga akan sama dengan mal di Jakarta. Namun, pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh, dan berharap tetap ada kunjungan.
“Kemungkinan melebar (sama seperti Jakarta). Kita juga tidak tahu kapan, tapi yang pasti untuk beberapa event di Bulan Maret yang ada di sini masih tetap jalan dan tidak ada yang dicancel,” tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan Siti Sundari (20) salah satu penjaga outlet pakaian di mall tersebut yang menyebutkan adanya penurunan pengunjung. Bahkan saat malam minggu lalu, ia mengaku mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

“Biasanya sih kalau malam minggu itu omzetnya bisa sampai Rp 1 juta, tapi semalam hanya dapat Rp 500 ribu,” tambahnya. Siti yang masih berstatus mahasiswa itu menduga penurunan omzetnya karena menurunnya jumlah pengunjung akibat virus corona. Meskipun di Yogyakarta belum ada temuan signfikan seperti di kota-kota lain, namun hal itu rupanya juga sudah berpengaruh ke masyarakat Yogyakarta.
“Tadi malam itu lumayan banyak yang pakai masker. Mungkin dugaan saya pada hati-hati corona ini,” paparnya.
Hal berbeda diungkapkan Public Relations Sleman City Hal, Tika Sari. Dia menuturkan kunjungan masyarakat di tempatnya masih seperti hari biasa. Belum terlihat adanya penurunan kunjungan meskipun mulai adanya imbauan untuk menghindari tempat-tempat ramai.
“Untuk sampai detik ini, masih bisa dibilang belum (sepi), soalnya memang so far (sejauh ini) masih rame di mall,” imbuhnya.

Sementara itu, Polres Sleman melakukan sterilisasi di beberapa pusat keramaian di wilayah Sleman untuk menghindari penyebaran virus corona.
Giat sterilasi tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, antara lain TNI dan berbagai instansi terkait serta forum komunitas di Sleman. Seperti yang mereka lakukan di area Terminal Jombor, Minggu (15/3) siang.
Dengan menggunakan peralatan lengkap seperti masker, sarung tangan dan disinfektan, para petugas kepolisian dan relawan ini menyemprotkan disinfektan pada pegangan bus maupun meja dan tangga lalu membersihkannya.
“Kegiatan penyemprotan disinfektan ini sebagai upaya sterilisasi adanya penyebaran virus corona,” beber Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, di sela-sela kegiatan.(Tri/C-8/Shn)

Read previous post:
JARING ATLET E-SPORT BANTUL – Garda Bangsa Gelar Kompetisi Mobile Legend

BANTUL (HARIAN MERAPI) - Olahraga elektronik atau yang tenar disebut eSport kini mulai marak digandrungi anak muda. Bahkan eSport masuk

Close