Pengunjung Prambanan Turun 35 Persen

MERAPI-MUHAMMAD RIDWAN  Suasana Komples Candi Prambanan.
MERAPI-MUHAMMAD RIDWAN
Suasana Komples Candi Prambanan.

PRAMBANAN (MERAPI) – Kunjungan wisatawan asal Cina dan Jepang di Candi Prambanan kini sudah tidak lagi terlihat, sejak merebaknya virus corona. General Manager PT TWC Prambanan, Aryono Hendro M menuturkan, sejak adanya penyebaran virus corona melanda dunia, jumlah wisatawan mancanegara mengalami penurunan mencapai 35 persen. Jumlah itu juga termasuk wisatawan asal Cina dan negara-negara di Asia Timur.
“Sebenarnya ini juga pas low season. Jadi agak terasa. Tapi kalau untuk yang wisatawan nusantara (wisnus) masih banyak,” ungkapnya, Rabu (11/3).

Pada musim low seasion seperti sekarang ini penurunan wisman sebenarnya hanya sekitar 10 persen dibanding dengan hari hari biasa. Namun kali ini penurunannya lebih besar karena ada beberapa negara yang memang warga negaranya dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri.
“Ini memang cukup berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara terutama Cina dan Jepang. Kalau wisman sekarang ini di dominasi dari negara-negara Eropa, seperti Prancis. Kalau Asia seperti Malaysia,” jelasnya.

Kendati demikian pihaknya merasa tertolong dengan adanya wisatawan domestik. Dimana pemerintah telah memberikan stimulasi atau diskon bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke 10 destinasi yang ada di indonesia.
“Kalau wisnus sendiri tidak terlalu dengan corona. Jadi kunjungan masih banyak apalagi dengan adanya diskon dari pemerintah untuk 10 destinasi,” tandasnya.

Untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung biaya juga memperlakukan prosedur penanganan atau penanggulangan corona virus. Di mana pengunjung terutama dari luar negeri akan melalui pemeriksaan suhu tubuh dengan alat yang telah disediakan.
“Kami ada body therma di pintu-pintu masuk. Dan juga hand sanitizer yang ada di loket pintu masuk, resto, kafe,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menyediakan tenaga medis yang akan bersiap melakukan tindakan ketika terjadi hal-hal yang yang tidak diinginkan. Jika nantinya terdapat wisatawan yang kedapatan dengan suhu di atas 39 derajat celcius, proses selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat.
“Prinsipnya kita ada dua tenaga medis yang kita siapkan. Tapi untuk penanganan lebih lanjut tetap kita upayakan ke rumah sakit terdekat,” tambahnya.

Kendati demikian pihaknya tetap berharap agar isu corona virus tersebut segera berlalu. Sehingga kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara akan kembali normal sebelum adanya serangan virus tersebut.
“Bagi kami suatu keuntungan besar. Di tengah isu corona, dengan kunjungan ini membawa arti bahwasanya wisata di Prambanan dan Yogyakarta pada umumnya sangat aman. Ia istilahnya kampanye gratis,” tutupnya. (C-8)

Read previous post:
Pernikahan yang Tak Direstui

TAK ada orang yang merencanakan menikah hanya untuk bercerai. Begitu pula dengan Berjo, yang menikah dengan Marjina tujuh tahun silam.

Close