Hujan di Kota Yogya, Rumah Dinas Wawali Tergenang

UMBULHARJO (MERAPI)- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (11/3) sekitar pukul 14.00 hingga pukul 16.00 di Kota Yogyakarta memicu talut jebol dan banjir di beberapa titik wilayah dan mengenangi ratusan rumah warga di Klitren Gondokusuman. Bahkan, genangan banjir juga masuk ke rumah dinas Wakil Walikota Yogya, Heroe Purwadi di Jalan Suroto Kotabaru, Gondokusuman.
“Hujan deras memicu banjir di tiga titik, satu talut ambrol dan satu jalan rusak di Kota Yogya,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Bayu Wijayanto saat dikonformasi wartawan, Rabu (11/3).

BPBD Kota Yogyakarta mencatat beberapa titik banjir di Klitren Lor RT 2, RT 3 dan 4 RW 01, Klitren, Gondokusuman. Banjir di wilayah itu dipicu oleh talut Sungai Belik yang longsor sepanjang 6 meter setinggi sekitar 180 cm. Akibatnya air sungai meluap dan berdampak ke permukiman warga di 44 Kepala Keluarga (KK) RT 2 Klitren, 17 KK di RT 3 Klitren dan 70 KK di RW 4 Klitren.
“Penyebabnya dinding penahan sungai jebol karena program penataan M3K (mundur munggah madep kali) yang belum tuntas. Air meluap dan menggenangi dengan ketinggian sekitar 100 cm,” jelasnya.

Menurutnya kebutuhan mendesak di wilayah Klitren akibat luapan sungai di antaranya karung penahan air, pompa air, pembersih, logistik dan pakaian. Tim BPBD dibantu masyarakat, kampung tangguh bencana dan relawan bencana melakukan penyedotan air dengan pompa. “BPBD Kota Yogyakarta juga memberikan karung sementara pada titik rawan luapan,” jelas Bayu.
Dia menyatakan, banjir juga terjadi di Jatimulyo RT 24 RW 06, Kelurahan Kricak, Tegalrejo. Banjir karena luapan Sungai Buntung yang membuat 5 rumah warga tergenang. Selain itu air selokan juga masuk ke pekarangan 5 rumah warga di Jatimulyo RT 29 dan RT 30 RW.07, Kricak, Tegalrejo.
“Banjir di Jatimulyo hanya bersifat genangan air dan kondisinya sudah surut seiring hujan reda,” imbuh Bayu.

Menurut dia, BPBD Kota Yogyakarta juga mencatat, genangan air bahkan masuk ke rumah dinas Wakil Walikota Yogyakarta di Jalan Suroto Kotabaru, Gondokusuman. Genangan air terjadi di halaman, garasi mobil dan ruang tamu. “Kondisinya sat ini air sudah surut,” ujarnya. Sedangkan jalan rusak berupa aspal mengelupas naik terjadi di pertigaan Jalan Kusumanegara Yogyakarta selatan Balaikota Yogyakarta.
Kepala BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi menambahkan, BPBD masih mendata beberapa kejadian lain. Salah satunya di wilayah RW 02 Pringgokusuman akibat derasnya air di Kali Winongo. “Kami masih terus mendata dibantu relawan untuk melakukan assessment dan penanganan kejadian yang dipicu hujan deras ini. Kami juga distribusikan peralatan untuk membentu pembersihan luapan,” papar Hari.

Sedangkan berdasarkan data BPBD DIY, hujan lebat juga menimbulkan genangan di pertigaan Jalan Batikan dan Mentri Supeno serta Blunyahrejo. Selain itu talut ambrol setinggi 15-20 meter di Kampung Jlagran, Kelurahan Pringgokusuman,Gedongtengen. Di bawah talut yang retak sepanjang retakan 10 meter terdampa rumah warga. “Selain itu hujan juga berdampak pada pinggir jembatan ambles dan retak sepanjang 3 meter,” tandasnya.(Tri)

Read previous post:
Nenek Mondar-mandir Menyeberang Jalan

INI merupakan kisah nyata yang terjadi di tahun 90-an di sebuah desa yang terletak di kota Madiun. Mbah Yem (nama

Close