CEO PT PSS Fatih Chabanto Dinonaktifkan

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Fatih Chabanto tidak lagi menjabat sebagai CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS). Dinonaktifkannya Fatih merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RPUS) PT PSS di Hotel Rich Senin (9/3) malam. Dalam rapat tersebut juga diputuskan tidak ada lagi jabatan CEO dalam struktur PT.

Direktur PT PSS, Yoni Arseto mengatakan keputusan itu merupakan upaya penyegaran dari PT yang dilihat dari berbagai macam peristiwa dan dinamika di luar PT.

“Keputusan dan berbagai perubahan hasil RPUS jadi penyegaran agar kami bisa mengejar tantangan pada tahun 2020. Selain itu keputusan juga tak lepas dari berbagai dinamika yang terjadi di luar PT,” terang Yoni dalam pers rilis yang dikeluarkan PT.

Selain tak adanya CEO dan dinonaktifkannya Fatih, perubahan lain yang dilakukan adalah menunjuk eks CEO Badak Lampung Marco Gracia Paulo menjadi Direktur Utama.

Masuknya nama Marco sejatinya tak mengejutkan dan sudah santer berhembus sejak lama setelah tertangkap kamera menyaksikan laga PSS melawan Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Minggu (8/3) malam. Hasil lainnya adalah mengangkat Agoes Projosasmito sebagai Komisaris Utama, William Tjugiarto sebagai Komisaris, dan tiga Direktur yakni Sotja Baksono, Yoni Arseto, dan Hempri Suyatna.

“Perubahan manajemen yang ada diharapkan bisa membawa PSS bisa berkembang lebih baik lagi. Dalam waktu dekat jajaran direksi segera melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk membentuk struktur kepengurusan yang lengkap,” tambah Yoni.

Meski telah merombak komposisi direksi sekaligus menonaktifkan Fatih yang sejauh ini jadi public enemy suporter, bukan berarti boikot suporter berakhir. Pasalnya manajemen sendiri belum memenuhi tuntutan suporter agar PSS menjadi klub yang benar-benar profesional melalui program pembinaan dan pemain muda yang berkelanjutan juga berkualitas, mes tim, lapangan latihan, jaringan bisnis klub, penolakan posisi ganda di manajemen, memaksimalkan peran media ofisial klub, panpel yang profesional, dan SDM yang berkualitas di manajemen klub. Sejauh ini belum ada perkembangan signifikan terhadap tuntutan suporter.

Di sisi lain suporter sendiri selalu memberi energi pada pemain dalam laga kandang maupun tandang. Dejan Antonic, pelatih kepala PSS, coba memahami keinginan suporter PSS yang memboikot. Ia mengaku sangat memahami mereka karena meski tidak datang ke stadion, bukan berarti suporter tidak memberi dukungan penuh untuk tim.

“Terima kasih untuk mereka yang sudah datang ke stadion. Terima kasih untuk mereka yang belum bisa datang ke stadion, tapi saya yakin yang belum datang ke stadion selalu memberikan dukungannya untuk tim,” kata Dejan.

Saat ini Dejan mulai mengalihkan fokus menghadapi partai tandang melawan Persib Bandung akhir pekan nanti. Apa yang terjadi di PT menurutnya bukan urusan dia dan pemain. Usai ditahan seri Tira Persikabo, Dejan dipusingkan dengan kondisi tim terutama di lini belakang. Derry Rachman harus absen karena mendapat kartu merah lawan Persikabo sementara aksi Arthur Kurniawan belum memuaskan dalam dua pertandingan terakhir. Dejan minta pada dua palang pintu Asyraq Gufron dan Aaron Evans agar berhati-hati selama latihan karena enggan cedera menghantam mereka.

“Kami akui harus hati-hati karena lini belakang tidak ada banyak pilihan. Ada Zamzani dan pemain muda Efdal tapi belum tahu bagaimana komposisinya nanti,” beber Dejan, Selasa (10/3). (Des)

Read previous post:
Tunggu Bus Trans Jogja Sambil Baca Buku di Halte ‘Faliha’

KEBERADAAN pojok membaca di tempat-tempat publik di Kota Yogyakarta terus digencarkan. Tak hanya di perpustakaan maupun di lingkungan sekolah. Tapi

Close