Petani Majasto Nikmati Panen Raya Padi Melimpah

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat memimpin panen raya padi di Majasto, Tawangsari. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat memimpin panen raya padi di Majasto, Tawangsari. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Petani mulai menikmati panen raya padi dengan hasil melimpah di saat kondisi terjadi serangan ganas hama tikus. Panen padi masih akan terus berlangsung hingga April-Mei mendatang. Untuk mendorong hasil melimpah maka Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memperbanyak pendampingan pada petani dan pemantauan lapangan. Sebab hasil panen akan dijadikan stok pemenuhan kebutuhan pangan termasuk saat menghadapi Puasa Ramadan dan Lebaran mendatang.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Minggu (8/3) mengatakan, wilayah yang sudah panen raya padi dilakukan petani di wilayah Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari. Panen dilakukan petani karena mereka sudah melakukan tanam padi lebih awal dibanding lainnya. Hal itu jug sesuai dengan instruksi pemerintah pusat berkaitan program percepatan luas tambah tanam padi.

Panen padi petani di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari sangat baik dan memuaskan. Hal itu dilihat dari banyaknya gabah yang didapat dan kualitas baik. Kondisi tersebut membuat Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo puas. Hal sama juga dirasakan petani sekarang mengingat hasil panen didapat tidak mudah karena serangan ganas hama tikus.

“Sektor pertanian di wilayah Kecamatan Tawangsari sudah maju dan tingkat kepatuhan petani segera tanam juga tinggi. Hasilnya seperti dilihat terhadap petani Desa Majasto mereka sudah panen raya padi. Padahal wilayah lain belum,” ujarnya.

Di wilayah Kecamatan Tawangsari masih ada beberapa desa lain segera melakukan tanam padi. Sebab petani disana sudah sejak awal melakukan tanam padi dan tinggal menunggu panen saja. Kondisi tersebut terjadi seperti di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari.

“Kondisi sekarang memang sedang terjadi serangan hama tikus dan ancaman bencana banjir karena musim hujan. Tapi petani di Majasto mampu panen memuaskan,” lanjutnya.

Panen raya padi di Majasto, Kecamatan Tawangsari akan dijadikan sebagai tambahan stok pangan lokal di Kabupaten Sukoharjo dan nasional. Sebab kondisi sekarang belum banyak petani disejumlah daerah sudah panen raya padi. Hal tersebut terkadi karena faktor keterlambatan tanam padi setelah sawah terdampak musim kemarau panjang hingga menyebabkan kekurangan air.

“Pemerintah pusat sudah mengingatkan tentang kebutuhan stok pangan menjelang dan selama Puasa Ramadan dan Lebaran mendatang. Hasil panen padi sekarang akan jadi tambahan stok pangan lokal dan nasional,” lanjutnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memperkirakan disejumlah wilayah di Sukoharjo masih akan panen padi dalam rentang Maret-April-Mei mendatang. Selama tiga bulan stok beras diperkirakan melimpah sekaligus jaminan untuk masyarakat.

“Petani di Sukoharjo tidak hanya jadi tulang punggung pemenuhan stok pangan lokal saja, namun juga nasional. Jadi perlu kerja keras agar beras melimpah,” lanjutnya.

Keberhasilan petani Sukoharjo memenuhi kebutuhan beras lokal dan nasional juga didukung berkas penggunaan alat pertanian modern. Peralatan sudah diberikan petani secara bertahap sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang.

“Dalam panen raya padi di Majasto, Tawangsari juga sekaligus diserahkan bantuan alat pertanian modern pada petani berupa pompa air 4 Dim 8.5 pk sebanyak 10 unit dan hand sprayer 10 unit,” lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, panen raya padi petani di Majasto, Tawangsari menjadi awal membanggakan musim panen tahun ini. Sebab hasil panen padi yang didapat petani sangat melimpah. Hasil panen digunakan untuk pemenuhan pangan lokal dan nasional.

“Sektor pertanian Sukoharjo jadi unggulan daerah juga nasional. Sebab panen padi yang didapat dari petani sangat melimpah dan jadi jaminan pemenuhan kebutuhan pangan,” ujarnya.

Agus Santosa menjelaskan, keberhasilan petani Sukoharjo sangat membanggakan dan didukung program pertanian dari Pemkab Sukoharjo. Hal itu seperti terlihat dengan banyaknya bantuan dari Pemkab Sukoharjo pada petani. Bantuan mulai dari pendampingan petugas pada petani sejak tanam hingga panen, peralatan pertanian modern, pembangunan saluran irigasi dan lainnya.

“Hasil panen yang didapat juga meningkatkan kesejahteraan petani. Sedangkan dilihat ditingkat daerah maka meningkatkan angka pendapatan masyarakat,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Berenang di Genangan Banjir Gunungkidul, 3 Murid SD Tewas

WONOSARI (MERAPI)- Banjir menggenang sejumlah kecamatan di Gunungkidul akibat hujan deras dua hari berturut-turut, Minggu (8/3). Akibat kejadian ini, 3

Close