Bank BPD DIY Bima Perkasa Gagal Total di Surabaya

Azzaryan Pradhitya (kanan) berusaha melewati pemain NSH. (HARIAN MERAPI-IST)

SURABAYA (HARIAN MERAPI) – Bank BPD DIY Bima Perkasa tak meraih satu pun kemenangan di Seri VI Indonesian Basketball League (IBL) yang digelar di DBL Arena Surabaya. Mereka menelan tiga kekalahan, masing-masing atas Prawira Bandung, Pacific Caesar, dan NSH Jakarta dalam seri yang berlangsung Kamis (5/3) hingga Minggu (8/3) kemarin.

Hasil buruk dalam tiga pertandingan kemarin adalah kekalahan kelima beruntun Bank BPD DIY Bima Perkasa. Mereka belum pernah mencicipi kemenangan sejak laga terakhir di Seri Yogyakarta. Peluang tim menuju babak playoff pun mengecil.

Di laga perdana, Bank BPD DIY Bima Perkasa kalah 63-79 dari Prawira Bandung. Nasib buruk berlanjut di pertandingan kedua lawan Pacific Caesar. Meski bermain cukup bagus, Nuke Tri Saputra dan kawan-kawan dihajar 77-87 oleh tuan rumah. Di laga terakhir Minggu (8/3) kemarin, giliran NSH Jakarta yang memberi kekalahan dengan skor tipis 67-68, padahal Bank BPD Bima Perkasa sempat memimpin dengan selisih 12 angka.

“Dari seri ini pemain lokal sebenarnya sangat bagus. Meningkat. Tapi kami kehilangan momentum lalu lagi-lagi inkonsisten di tiap kuarter,” kata Raoul Miguel Hadinoto, pelatih kepala Bank BPD DIY Bima Perkasa, Minggu (8/3) usai pertandingan.

Dalam laga melawan NSH, Bank BPD DIY Bima Perkasa unggul 12 poin, 22-10 di kuarter pertama. Mereka menjaga jarak dengan menutup kuarter dua dengan 42-25. Petaka muncul di kuarter tiga. NSH mulai memperkuat defense yang sulit ditembus para penggawa Bank BPD DIY Bima Perkasa.
Mereka hanya mampu mencetak 10 angka sedangkan NSH dua kali lipatnya. Mengawali kuarter empat dengan selisih tujuh angka saja, 52-45, NSH yang dimotori Michael Glover akhirnya mampu mengambil alih kedudukan lalu menang 67-68.

Glover sendiri menjadi pencetak angka tertinggi dengan 42 poin dan 16 rebound. Sementara di kubu Bank BPD DIY Bima Perkasa, Nuke Tri Saputra memimpin dengan 19 angka diikuti Mamadou Diakite dengan 15 poin dan 11 angka.

“Ternyata bermain bagus saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan,” kata kapten Bank BPD DIY Bima Perkasa Azzaryan Pradhita.

Meski hanya membawa tiga angka dari Seri VI, tiga laga di DBL Arena menjadi momen kebangkitan para pemain lokal Bank BPD DIY Bima Perkasa. Setidaknya ada tiga pemain lokal yang bermain cukup baik, yaitu Azzaryan Pradhitya, Tifan Pradita, dan Nuke Tri Saputra.

Tifan Pradita banyak membantu dari bangku cadangan. Point Guard (PG) yang meramaikan skill contest IBL All Star 2020 itu menorehkan 24 angka dalam tiga pertandingan. Sedangkan Azzaryan Pradhitya mencetak 15 angka saat melawan Pacific, rekor terbaiknya selama membela Bank BPD DIY Bima Perkasa.

Nuke Tri Saputra baru kembali dari cedera hamstring selama tiga pekan. Buruknya penampilan perdananya saat lawan Prawira Bandung dibayar dalam dua pertandingan berikutnya. Nuke mencetak 16 angka, 5 rebound, dan 3 assist lawan Pacific. Persentase tembakan dua angkanya mencapai 66 persen, tertinggi dari seluruh pemain. Lalu saat menghadapi NSH Jakarta, Nuke menjadi top skor tim dengan 19 angka meski sempat ditarik karena cederanya kambuh. (Des)

Read previous post:
Polisi Kerja Keras Ungkap Bentrok Babarsari

SLEMAN (MERAPI)- Satreskrim Polres Sleman terus melakukan penyelidikan kasus gesekan antara massa driver ojek online (Ojol) dengan Debt Collector (DC)

Close