Dishub Sleman Siapkan Antiseptik di Terminal

MERAPI – ANTARA
Ilustrasi

SLEMAN (MERAPI) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menyiapkan cairan antiseptik (hand sanitizer) di terminal-terimal angkutan umum di wilayah setempat, guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.
“Mulai hari ini dan besok kami akan menyediakan ‘hand sanitizer’ di terminal-terminal yang pengelolaannya di bawah Dishub Sleman,” kata Sekretaris Dishub Kabupaten Sleman Sulton Fatoni di Sleman, Jumat (6/3).

Terminal-terminal angkutan tersebut meliputi Terminal Prambanan, Terminal Condongcatur, Terminal Pakem terminal Gamping dan lainnya. “Sedangkan untuk Terminal Jombor, Sleman untuk pengelolaannya di bawah Dishub Provinsi DIY,” katanya dilansir Antara.

Ia berharap awak angkutan umum maupun masyarakat pengguna jasa angkutan dapat memanfaatkan ‘hand sanitizer itu. “Ini juga sebagai tindak lanjut dari instruksi Bupati Sleman yang meminta agar fasilitas-fasilitas umum menyediakan ‘hand sanitizer’ untuk mengantisipasi merebaknya virus corona,” katanya.

Sulton mengatakan untuk pemantauan atau pengawasan terhadap pergerakan penumpang di terminal-terminal saat ini belum dilakukan.

Menghadapi ancaman virus korona, Pemerintah Kabupaten Sleman akan mengadakan sosialisasi ke masyarakat tentang upaya preventif penyakit itu. Sosialisasi melibatkan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes), puskesmas, dan kecamatan.
“Masyarakat tidak perlu resah tapi harus waspada. Yang penting adalah menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” kata Bupati Sleman Sri Purnomo.

Ia mengatakan, guna membiasakan perilaku hidup sehat, pengelola fasilitas umum diminta untuk menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan cairan antiseptik.
“Selama ini, sosialisasi mengenai PHBS sudah sering dilakukan oleh petugas puskesmas. Namun dengan adanya kasus korona, edukasi perlu lebih ditingkatkan,” katanya. (*)

Read previous post:
Kementan Persilakan Jatim Usulkan Lagi Kebutuhan Pupuk Lewat e-RDKK

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di Jawa Timur (Jatim). Bahkan Kementan mempersilakan

Close