Buntut Bentrok di Babarsari, 3 Driver Ojol Terkena Tembakan

BANGUNTAPAN (MERAPI)- Bentrok antara driver ojek online (Ojol) dan Debt Collector (DC) di wilayah Babarsari, Kecamatan Depok, Sleman pada Kamis (5/2) sore, menimbulkan sedikitnya 6 korban luka dari pihak driver. Salah satunya ialah MNI (24) asal Desa Selomartani, Sleman yang menderita luka tembak di bagian paha kanan.
Ditemui di Rumah Sakit Hardjo Lukito, dia mengaku masih merasakan perih di bagian paha kanannya usai menjalani operasi. Rasa pusing yang sebelumnya dirasakan, sudah lagi tak ia rasakan usai sebuah benda diduga peluru diangkat dari dalam tubuhnya.

“Operasinya tadi sekitar pukul 11.00 WIB. Tadi perawatnya juga sudah kesini, tanya masih pusing atau tidak. Tapi saya bilang sudah tidak pusing, hanya tinggal perih. Tadi juga dibilang kalau pelurunya disimpan mau diserahkan ke pihak kepolisian,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (6/2).
Diceritakan korban, nasib naasnya itu dialami kala bersama ratusan driver ojol berniat mendatangi lokasi yang diduga sebagai markas dari DC. Ratusan massa itu datang seusai menggeruduk kantor PT BMA yang berada di Jalan Wahid Hasyim.
“Pas itu sebenarnya di Wahid Hasyim sudah selesai. Semua driver itu sudah pada bubar mau kembali on bid (ngojek) lagi. Tiba-tiba ada info kalau di Babarsari sudah siap. Jadi driver-driver yang di jalan itu pada saling mengajak kesana semua,” jelasnya.

Sesampainya di sekitar Babarsari, ia dan driver lain memarkir motor di pinggir jalan. Mulai dari depan SMA Depok, mereka mulai berjalan kaki sembari mencari lokasi yang diduga markas debt collector.
“Kita jalan dari depan SMA Depok di Babarsari. Di depan Indomaret itu ada jalan ke timur. Kita lihat ada banyak orang membawa parang sama balok di gang itu. Kalau pas saya lihat itu bukan hanya orang DC, tapi sudah melebar membawa teman-temannya,” paparnya.
Bentrok pertama dimulai di sebuah gang sempit tersebut dengan terjadi aksi saling lempar. Karena posisi yang terlalu sempit, para driver ojol mencoba untuk mundur dengan maksud mencari lokasi yang lebih luas, namun di titik itulah para DC itu maju menghantam.

“Karena tempatnya sempit, kita coba mundur dulu. Nah pas kita mundur itu, mereka maju. Beberapa orang yang kena luka parang itu pas posisi itu sudah bentrok itu,” tandasnya.
Karena terdesak di posisi yang tidak menguntungkan, korban sempat mendengar suara tembakan berkali-kali. Tiba-tiba saja, tanpa ia sadar ada sebuah benda yang diduga peluru menancap di paha kanannya.
“Saya sempat melihat ada beberapa aparat yang sudah bawa senjata dan alat untuk menyemprot gas air mata. Nah pas posisi ribut itu, saya di depan. Sudah ada beberapa kali suara tembakan. Tiba-tiba itu terasa ada yang perih di kaki saya, ternyata saya kena,” terangnya.
Korban yang terkena luka tembak itu tak lantas tersungkur di tempat. Ia bahkan masih sempat membawa satu rekannya yang terkena sabetan parang di bagian pelipis kanan dan diantarkannya menuju mobil ambulans.

“Saya tidak pingsan. Malah pas habis ketembak saya masih bawa anak Grab satu ke ambulans di belakang. Orang-orang itu sempat heran, kena luka tembak sampai berdarah banyak kok masih bisa bawa orang,” tambahnya.
Korban yang lemas dengan berkucur banyak darah waktu itu, kemudian diantar menggunakan sepeda motor ke RS Hardjo Lukito. Ia kini dirawat bersama tiga driver lain yang juga terkena luka tembak saat kerusuhan terjadi.
“Ada tiga orang setahu saya yang kesini. Mereka pakai ambulans, kalau saya dibonceng motor kesini,” imbuhnya. Korban yang juga masih berstatus seorang mahasiswa di kampus swasta di Yogyakarta itu mengatakan ia ikut terlibat dalam kerusuhan tersebut karena rasa solidaritas. Sebagai sesama orang yang mencari uang di jalan dan mengalami perlakuan yang tidak mengenakkan, memancing simpatinya untuk ikut membantu.

“Ya kan kita sama-sama cari makan di jalan. Kalau ada yang kena masalah, bagaimana kita coba membantu. Untuk kejadian awalnya seperti apa saya sudah tahu semua,” tutupnya.
Kabid Humas Polda DIY kombes Pol Yuliyanto, didampingi Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah dan Kasat Reskrim AKP Rudy Prabowo mengatakan membenarkan ada beberapoa driver ojek online yang terluka dalam kasus bentrok itu. Dia menyebut, setidaknya ada 6 driver ojol terluka dan empat motor dirusak saat bentrok.
Menurut Kombes Pol Yuliyanto, tiga korban di antaranya disebutnya terluka dengan benda asing di bawah kulit dan masih menjalani perawatan. Ia menegaskan belum bisa memastikan apakah luka itu disebabkan dari tembakan atau tidak.

“Tiga korban lagi kondisi lukanya semacam lubang ada benda asing di bawah kulit. Untuk penyebabnya masih dalam penyeldikan,” ujar Kombes Yuliyanto di Polres Sleman, Jumat (6/3).
Dikatakan Kombes Pol Yuli, dari hasil rontgen, benda asing itu bentuknya kecil dan memanjang. “Tiga orang opname di Hardjolukito itu di bawah kulit ada benda asing yang satu ukurannya 3 centimeter,” katanya.
Kombes Pol Yulianto mendeskripsikan bahwa benda asing yang ada di bagian paha korban bukan gotri. “Apakah ini karena tembakan dari softgun atau airgun, atau dari mana sedang kita lakukan pemeriksaan,” jelas Kombes Yuliyanto.

Seperti diberitakan, bentrok beberapa kali pecah antara driver ojek online dan debt collectior, Kamis (5/3). Diawali dengan perusakan di kantor Grab kawasan Ringroad Utara, kemudian dibalas perusakan kantor leasing di Jalan Wachid Hasyim Depok kemudian puncaknya bentrok di Babarsari. Bentrok dipicu penganiayaan driver ojol oleh debt collectior yang mencoba merampas motor.(C-8/Shn)

Read previous post:
Waswas Order Jebakan, Driver Ojol Minta Jaminan Keamanan

SLEMAN (MERAPI)-Meski sudah terjadi kesepakatan damai antara driver ojek online (ojol) dan debt collector (DC), bentrok kembali terjadi di Jalan

Close