Waswas Order Jebakan, Driver Ojol Minta Jaminan Keamanan

SLEMAN (MERAPI)-Meski sudah terjadi kesepakatan damai antara driver ojek online (ojol) dan debt collector (DC), bentrok kembali terjadi di Jalan Babarsari, Depok, Sleman, Jumat (6/3) sore. Namun, bentrok susulan ini tak separah sehari sebelumnya. Di sisi lain, sejumlah driver ojek online meminta perlindungan polisi lantaran banyaknya orderan jebakan yang mengarahkan mereka ke markas debt collector.
Berdasarkan pantauan, ratusan ojol terpantau memadati kawasan Selokan Mataram di Jalan Babarsari tepatnya di sebelah Utara Mapolsek Depok Barat, pukul 18.30 wib semalam. Petugas dengan pakaian lengkap nampak berjaga.

Massa dari pihak driver ojek meminta kepada pihak aparat yang telah berjaga menangkap pelaku (DC) yang sebelumnya diketahui melukai rekan driver lain. Aksi itu sempat memanas hingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan.
Meski tensi berubah panas, sejumlah koordinator driver ojol meminta rekan-rekannya membubarkan diri. Hal itu mengingat bahwa telah ada kesepakatan antara DC dan Driver ojol untuk menyelesaikan persoalan secara damai. Meski diminta membubarkan diri, ratusan driver masih berkumpul di sepanjang Jalan Babarsari.
Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah yang berada dilokasi menerima permintaan langsung dari pihak ojol. Sambil berteriak, driver ojol mendesak polisi mengusir beberapa oknum DC yang dianggap masih meresahkan.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menambahkan, bentrok ojol dan DC yang terjadi Kamis (5/3) berujung damai. Manajemen ojol dan driver ojol serta perwakilan debt colletor sudah berdamai dimediasi polisi di Polsek Depok Timur.
“Sepakat untuk menyelesaikan dalam kondisi damai. Pucuk permasalahan awalnya, sudah menyatakan sepakat berdamai,” tandasnya.
Meski kedua belah pihak telah terjadi perdamaian, namun tidak berarti menghentikan proses pidana. “Kita akan terus lanjutkan proses ini, nanti akan sampai ke pengadilan, kita kan proses kasus ini sampai tuntas,” lanjut Kombes Pol Yuli.
Dalam perkara ini setidaknya lima orang telah diperiksa, mereka dianggap mengetahui awal mula bentrokan dan yang terlibat bentrokan. “Lima orang sudah diperiksa. Tapi saat ini kita fokuskan membuat situasi yang kondusif,” jelasnya.

Pada Jumat siang, ratusan driver ojol berkumpul di depan Masjid Kauman Yogyakarta, berencana untuk menemui Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kraton Yogyakarta. Mereka hendak meminta keadilan dan jaminan keamanan terkait permasalahan yang terjadi antara ojol dan debt collector (DC) yang bentrok di Kawasan Babarsari, Kamis (5/3).
Pantauan Merapi di lokasi, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini menyambut baik niat para ojol dan melakukan mediasi didampingi jajarannya. Ia mengatakan Gubernur DIY saat ini sedang berada di Jakarta sehingga belum bisa menerima aduan para sopir ojol secara langsung. Meski begitu, Sultan menyampaikan kesediaan usai urusan selesai.

“Ngarso Dalem sedang di Jakarta, akan ada tamu dari Belanda (persiapan). Ngarso Dalem bersedia menerima anda, tapi tolong dihargai jangan sampai gara-gara 2-3 hari ini ada masalah (membuat beliau tidak berkenan). Saya minta rekan-rekan sampaikan ke temannya yang menunggu, tolong tenangkan temannya,” tandasnya saat mediasi di pendopo depan Masjid Kauman.
Beberapa perwakilan ojol mengatakan kekhawatiran dan merasa was-was usai tragedi di Babarsari. Mereka meminta jaminan keamanan sebab ada kecemasan yang berlebih. Menanggapi situasi tersebut, Armaini mengajak para sopir ojol untuk bersikap kooperatif dan melawan rasa takut yang berpotensi menurunkan produktivitas para ojol.
“Kami akan berkoordinasi dengan Polres Sleman untuk mempertebal pengamanan di daerah yang dikhawatirkan oleh para sopir ojol. Kami meminta kekompakan dan jangan main hakim sendiri,” tegasnya.
Sementara salah satu driver ojol, Matori mengungkapkan kecemasan yang dirasakan oleh para sopir ojol.

“Iya, khawatir karena keamanan kita belum terjamin karena pihak kepolisian menindak berdasarkaan laporan bukan kejadian,” tandasnya saat ditemui usai mediasi.
Ia dan rekan sesama ojol berharap agar pihak berwenang membuat pos darurat yang dapat memantau dan menjamin keamanan mereka. Saat ini mereka belum bisa bekerja karena dirundung kecemasan terutama rekan ojol di daerah lokasi kejadian.
“Harapan kami untuk membuat pos pos darurat sehingga bisa terpantau kemanan kita. Kalau hanya laporan ya kalau saya sebagai korban bisa lolos, kalau engga ya siapa yang lapor sehingga kami mengharap jaminan dan keamnan,” ungkapnya.

Ia merasa kerap menerima jebakan dengan sengaja memesan makanan dan diarahkan ke bagian utara (lokasi basecamp DC).
“Dari sini aja kadang ditarik ke arah sana, untuk jebakan gitu loh. Dia punya rencana terutama pesanan makanan. Kita tak tau orangnya, kami diarahkan di Babarsari dan Seturan,” akunya was-was.(C-4/Shn/C-8).

Read previous post:
Disdik Sleman Kebut Penyusunan Juknis Ekskul

SLEMAN (MERAPI) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman menambah target waktu penyelesaian selama satu minggu, untuk menyelesaikan penyusunan aturan petunjuk

Close