Lomba Lari 10 K Karanganyar Diikuti 773 Pelajar

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo menyerahkan piala lomba lari 10K.  (Foto: Abdul Alim)
Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo menyerahkan piala lomba lari 10K. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Sebanyak 773 pelajar SMP dan SMK sederajat serta masyarakat umum mengikuti lomba lari 10K dalam rangka HUT ke-69 DPRD Karanganyar, Rabu (4/3). Dijaring juara 1-3 di tiap kategori putra dan putri.

Ketua 2 Panitia Loma Lari 10 K DPRD Karanganyar, Andriyanto mengatakan pemenang dijaring dari waktu tempuh terpendek menempuh rute mengelilingi kompleks DPRD Karanganyar sejauh 10 kilometer.
“Rutenya masih sama. Kita mengundang para calon atlet asal pelajar maupun masyarakat umum,” katanya usai pemberian medali ke pemenang.

Andriyanto mengatakan jumlah peserta peserta 773 peserta, baik putra dan putri. Terdapat satu peserta umum berisiabpaling senior yakni Bambang (57). Kemudian ada satu kepala OPD mengikutinya, yakni Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto.
“Loma lari 10 K ini waktunya mepet sehingga kurang maksimal. Ke depan, kami akan berusaha meramaikan,” imbuhnya

Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo mengatakan sengaja mengundang pelajar terbaik di bidang olahraga untuk memunculkan potensinya.
“Biar atlet lokal yang mempunyai potensi dapat bermunculan,” imbuhnya.

Sejauh ini ia belum melihat pembinaan atlet maksimal di Bumi Intanpari. Sehingga, kara a meminta KONI untuk berupaya lebih ekstra dalam melahirkan dan membina atlet-atlet agar dapat mengharumkan nama Karanganyar. Ia meyakini APBD sudah menggelontorkan sekitar Rp 2 miliar untuk KONI. Jumlah tersebut tidaklah sedikit.
“Jika anggaran dibilang tidak cukup memang semua tidak cukup. Namun apa yang ada, bisa dimaksimalkan sehingga bisa melahirkan atlet yang handal,” ungkapnya.
Dia menambahkan untuk fasilitas olahraga yang Dimiliki Karanganyar, hampir semua sesuai standar. Sisanya tinggal urusan perawatan saja. (Lim)

Read previous post:
Virus Corona Harus Dijadikan Momentum Kebangkitan Petani

PATI (MERAPI) - Munculnya kasus virus corona (Covid19) di sejumlah negara, hendaknya dijadikan momentum "kebangkitan petani" nasional. Karena harga tembakau

Close