Driver Ojol Dikeroyok 10 Debt Collector

DEPOK (MERAPI)- Gara-gara membantu temannya, seorang driver ojek online (ojol), Luthfi Aditya (29) warga Kulonprogo dikeroyok lebih dari 10 orang debt collector di Jalan Wahid Hasyim Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (3/3). Tak terima rekannya dianiaya, ratusan driver ojol menggeruduk kantor leasing tempat DC itu bekerja di bilangan Jalan Wahid Hasyim, Rabu (4/3).
Akibat kejadian itu, korban Luthfi Aditya mengalami luka memar di kening dan juga kepala bagian belakang. Saat kejadian, dia bermaksud melerai sesama ojol yang motornya hendak dirampas debt collector. Sontak peristiwa pemukulan itu memicu kemarahan driver ojek online.
Mereka kemudian mendatangi kantor leasing tempat DC itu bekerja. Mereka menuntut pertanggungjawaban pihak leasing. Aksi demo sempat memanas lantaran tak ada tanggapan dari pihak leasing. “Kemarin driver ojek online ada yang dipukuli debt collector leasing situ. Makanya kita lakukan aksi solidaritas,” ujar seorang driver ojol yang ikut aksi.

Dia mengaku mendapat kabar pemukulan melalui pesan berantai yang beredar di grup WhatsApp Paguyuban Ojol. “Selain melakukan pemukulan, debt collector tersebut juga menantang dengan bentakan jika tak takut didatangi 1.000 pengendara ojol. Ya sudah kita samperin,” katanya.
Korban pengeroyokan, Luthfi Aditya menambahkan, kejadian itu bermula saat dia melintas di Jalan Wahid Hasyim pada Selasa lalu. Saat itu dia melihat ada dua DC yang menghampiri temannya sesama driver ojol dengan menggunakan sepeda motor. Mereka memaksa merampas motor driver ojol itu.
Karena memiliki ikatan sesama ojol, korban berhenti dan bertanya ada apa.
“Saya tanya kenapa. Rekan saya jawab motor saya mau ditarik. Saya bilanglah kalau mau narik harus ada surat penarikannya. Bukannya sesuai prosedur harus ditarik di rumah,” jelasnya.

Melihat kedatangan korban, kedua debt collector itu marah. Mereka kemudian menelepon rekan-rekannya untuk datang. Ketika itu Luthfi menyuruh rekannya untuk pergi dahulu, namun temannya tersebut tetap di lokasi karena takut akan dibuntuti.
“Habis itu DC bilang sama saya dikira saya jagoan. Akhirnya saya dikeroyok lebih dari 10 orang. Mereka mengancam kalaupun diserang 1.000 ojol tidak akan takut,” ucapnya. Perkataan debt collector itulah yang kemudian memicu kemarahan ratusan driver ojol hingga mendatangi kantor leasing tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Depok Timur Iptu Dewo Mahardian mengatakan, laporan korban sudah diterima, dan saat ini masih dalam pemeriksaan. “Laporannya ada dugaan penganiayaan tapi belum tahu pasti. Yang pasti ada kejadian dua belah pihak terjadi benturan tapi belum dipastikan pengeroyokan atau pemukulan biasa,” jelasnya.
Aksi massa ojol sempat membuat Jalan Wahid Hasyim mengalami kemacetan. Jalan dari arah selatan menuju utara sempat ditutup, warga sekitar juga tampak keuar dari rumah untuk melihat aksi yang terjadi.(Shn)

Read previous post:
Pencari Pasir Hilang Terseret Banjir Kali Opak

BANTUL (MERAPI)- Warga Kembangsongo, Trimulyo, Jetis, Bantul digegerkan dengan hilangnya seorang kakek pencari pasir, Rabu (4/3) pagi di aliran Kali

Close