Masker Langka, Polisi Ancam Tangkap Penimbun

DEPOK (MERAPI)- Isu penyebaran virus Corona membuat sebagian warga Yogya dilanda kepanikan. Mereka ramai-ramai membeli masker hingga harga di pasaran melonjak. Polisi pun menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menimbun masker.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto kepada wartawan, Selasa (3/3)menegaskan, Polisi tidak akan tinggal diam kalau ada yang menimbun masker.
“Saat ini Polda DIY sedang menyelidiki apakah ada pihak-pihak tak bertanggung jawab dengan menimbun masker. Kalau ada, maka akan tindak tegas,” ujar Kombes Yulianto.
Nantinya kalau ditemukan, menurut Kombes pol Yulianto, penyidik akan menerapkan sesuai pasal yang disangkakan. Tak hanya penimbun masker, Polda DIY juga akan menindak tegas penyebar hoaks terkait kasus virus corona. Menurutnya, Polda DIY mempunyai Tim Cyber yang bekerja 1×24 jam untuk memantau kamtibmas di dunia maya. Saat ini, tim patroli cyber sedang menyelidiki apakah ada hoaks terkait virus corona di wilayah hukum Polda DIY.

“Jangan sampai, penebar hoaks memanfaatkan momentum ini untuk menebar ketakutan di masyarakat dengan menyebar hoaks virus corona. Karena penebar hoaks nanti bisa dipidana,” katanya.
Sementara itu, kelangkaan masker terjadi di beberapa apotek di Kabupaten Sleman. Bahkan, sejumlah masker harganya melambung tinggi hingga mencapai 300 persen.
Seorang pemilik apotek di Kecamatan Mlati, Sinthia A, menuturkan harus menaikkan harga jual masker. Hal itu dilakukan lantaran distributor melakukan hal yang sama dengan menaikkan harga jual masker. “Sebelumnya satu kotak kami jual dengan harga Rp 30 ribu. Karena maraknya isu virus ini kami menjualnya hingga Rp 75 ribu, karena distributor juga naikin,” ungkapnya, Selasa (3/2).

Untuk harga masker satuan, semula hanya berkisar di harga Rp 1.000 rupiah saja. Namun saat ini harga masker naik Rp 1.500 hingga Rp3.000,
“Ya naiknya bisa 300 persen. Dari harga semula saja hanya sekitar Rp1.000 rupiah, sekarang sudah sampai Rp3.000,” tegasnya.
Dikatakan Sinthia, saat ini di apoteknya audah sudah tidak melayani penjualan masker lantaran sudah tidak ada stok. Habisnya stok yang ia punya, sudah terjadi selama 1 minggu terakhir.

Dewi Suryaningsih (28) seorang warga asal Tridadi, Sleman mengaku kesulitan untuk mendapatkan masker saat ini. Bahkan saat ia hendak membeli masker 1 pack, ia tidak jadi membeli lantaran harganya mencapai Rp350 ribu.
“Mau nyari aja susah sekarang mas. Kemarin ada yang jual 1 pack, tapi dipatok Rp 350 ribu, ya akhirnya beli yang isi 10-an,” terangnya. (Shn/C-8)

Read previous post:
Edarkan Sekilo Sabu Ditembak Polisi

BANTUL (MERAPI)- Aparat Polres Bantul meringkus seorang pengedar sabu kelas kakap, SWH alias Aga (29) warga Kraton, Yogya yang kos

Close