Komplotan Lampung Sehari Bobol 10 Mesin ATM

SLEMAN (MERAPI)- Komplotan pencuri spesialis ATM nyaris diamuk massa usai beraksi di wilayah Jalan Magelang, Mlati, Sleman, Kamis (27/2) petang. Mereka datang ke Yogya pada Rabu (26/2) lalu dan sudah membobol 10 boks ATM dalam sehari.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo kepada wartawan, Jumat (28/2) mengatakan, polisi meringkus lima anggota komplotan ini. Kelima pelaku yakni BM (35), SM (30), MS (30) dan DS (28) semuanya warga Lampung serta AS (22) warga Magelang.

“Dua pelaku berinisial AS dan BM merupakan residivis kasus serupa. Keduanya pernah tinggal satu sel di rumah tahanan,” beber AKP Rudy.
Dikatakan Rudy, pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan perusahaan pengelola ATM, yakni PT Swadharma Sarana Informatika. Dari penelusuran di sistem perusahaan itu, ditemukan kejanggalan di salah satu gerai ATM di sebuah SPBU di Jalan Magelang, Mlati, Sleman yang tiba-tiba eror.
Tim dari perusahaan pengelola mesin ATM itu kemudian mendatangi lokasi. Dan benar saja, saat itu saksi melihat komplotan pelaku tengah beraksi. Sebuah mobil Toyota Avansa AA 9284 EK dicurigai hendak kabur saat petugas datang. Kecurigaan itu terbukti. Saat petugas hendak mengecek gerai ATM, mobil itu tancap gas. Saksi kemudian spontan mengejar sambil berteriak. Aksi kejar-kejaran ini berhenti di wilayah Denggung, saat ada anggota polisi yang berpatroli.

“Saat korban mengejar, kebetulan anggota sedang melakukan patroli di sekitar lokasi. Karena pelaku ini sudah kita dipantau, alhasil mereka tertangkap di Denggung,” katanya.
Penangkapan itu membuat heboh kawasan Denggung hingga warga berkumpul. Tahu yang diamankan polisi komplotan maling, warga berusaha menghakiminya. Polisi pun bertindak cepat membawa pelaku.
Dengan dipimpin Kanit Resmob Ipda Yunanto Kukuh, para pelaku lantas digelandang ke Polres Sleman guna menghindari amukan massa yang berada di lokasi.
Menurut AKP Rudy, kawanan pelaku itu datang dari Lampung kemudian ke Bekasi sebelum ke Yogyakarta dengan mobil rental. Mereka sampai di Yogya pada Rabu (26/2). Hari itu juga, mereka langsung beraksi dan sukses membobol 10 mesin ATM.

“Tidak semuanya aksinya membuahkan hasil, karena ATM ada juga yang offline. Mereka berada di Yogya baru dua hari, sebelumnya mereka berada di Bekasi,” kata AKP Rudy.
Dijelaskan, kemudian di hari kedua pada Kamis (27/2), komplotan ini kembali beraksi. Di aksi keduanya hari itu, mereka pun terendus pengelola ATM.
Ditambahkan AKP Rudy, para pelaku punya peran masing-masing, ada yang mengeksekusi, mengawasi situasi dari dalam mobil dan sebagai driver.
“Kami mengamankan barang bukti mobil Avanza, uang Rp 10 juta hasil kejahatan, dua buah plat besi yang sudah dimodifikasi dan satu buah tang,” ujar Rudy. “Kelimanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
PENGELOLA DESA WISATA DI SLEMAN: Keselamatan Pengunjung Harus Jadi Prioritas

MLATI (MERAPI) - Musibah hanyutnya siswa SMP Negeri 1 Turi di Kali Sempir beberapa waktu lalu, bukan cuma menyisakan rasa

Close