PWI DIY AUDIENSI DENGAN KONI – Hadapi Porwanas, DIY Bidik 8 Besar

Jajaran pengurus Siwo PWI DIY berfoto bersama pengurus KONI DIY usai melakukan audiensi. (HARIAN MERAPI-ADITYA ASROS)

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Keberhasilan kontingen DIY dengan menempati posisi 8 klasemen akhir dalam Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) pada 2016 lalu di Bandung, Jawa Barat, ingin kembali dipertahankan pada perhelatan serupa yang akan berlangsung September mendatang di Malang, Jawa Timur.

Dengan melakukan persiapan pada awal tahun ini, DIY optimistis mampu mendulang medali emas yang sempat ditorehkan pada Porwanas 2016 lalu. Saat itu, DIY berhasil menduduki peringkat ke-8 dengan koleksi 1 medali emas dan 2 perak. “Kami berharap target 8 besar bisa dipertahankan untuk tahun ini,” ungkap Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI DIY, Janu Riyanto usai melakukan audiensi di kantor KONI DIY, Yogya, Kamis (27/2).

Dijelaskan Janu, pada perhelatan sebelumnya terdapat 28 emas yang diperebutkan. “Nah untuk tahun ini junlah emasnya ada peningkatan menjadi 30. Dengan lebih banyaknya jumlah emas, tentu harapannya bisa meraih lebih banyak medali. Namun minimal kami harus bisa mempertahankan raihan sebelumnya,” jelasnya.

Adapun 30 emas yang diperebutkan meliputi 2 emas dari cabor atletik, 5 emas dari biliar, 3 emas bulutangkis, 4 emas bowling, 2 emas bridge, 2 emas catur, 2 emas futsal, 1 emas sepakbola, 3 emas tenis meja, 3 emas tenis lapangan, 2 emas olahraga tradisional dan 2 emas karya jurnalistik.

Dari sejumlah emas yang diperebutkan tersebut, Janu menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan cabor yang menjadi andalan. “Misalnya di atletik kami punya atlet yang potensial, di lari jarak jauh maupun lari jarak pendek. Untuk catur kami juga berharap bisa dapat medali seperti sebelumnya. Sepakbola sebenarnya bisa dapat emas tahun sebelumnya tapi karena ada insiden pemain kami yang patah tulang, jadi kami tidak bisa main di final. Harapannya tahun ini bisa sampai final,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan bahwa para wartawan yang bertanding menjadi layaknya seorang atlet di Porwanas tetap memperhatikan unsur sportivitas dan kejujuran. “Bagaimana pun prestasi itu penting. Namun yang tidak kalah pentingnya juga unsur fair play yang harus dijunjung tinggi,” terangnya.

Selain itu, Djoko Pekik berpesan agar para wartawan yang akan bertanding tetap memperhatikan faktor fisik. “Kan ada batasan usia minimal 27 tahun. Ya memang harus disiapkan betul kebugarannya. Jangan memaksakan diri, baik saat berlatih maupun bertanding,” imbuhnya. (Oro)

Read previous post:
Ratusan Warga Doakan Korban Susur Sungai Sempor

TURI (MERAPI)- Ratusan warga dari berbagai kalangan melakukan doa bersama serta tabur bunga di lokasi tewasnya 10 siswi SMPN 1

Close