KONI MONITORING PROGRAM PUSLATDA – Atletik DIY Andalkan 3 Atlet

Para atlet atletik DIY berbincang dengan Ketum KONI DIY di sela sesi latihan program Puslatda di Stadion Mandala Krida, Yogya. (HARIAN MERAPI-BENI WIDYASWORO)

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Cabang olahraga (cabor) atletik menjadi salah satu cabor yang ditargetkan KONI DIY untuk bisa mendulang medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2020 di Papua bulan Oktober mendatang. Dengan mengandalkan 3 atlet, atletik DIY siap berlatih maksimal untuk mewujudkan target minimal satu medali emas yang dicanangkan KONI DIY.

Melalui program pemusatan latihan daerah (Puslatda) yang telah dimulai pada bulan Januari lalu, KONI DIY melakukan monitoring dengan mendatangi langsung ketika para atlet berlatih. Untuk cabor atletik, latihan dilaksanakan di lintasan atletik Stadion Mandala Krida Yogyakarta dengan terdiri dari 3 atlet, meliputi Indah Lupita Sari di nomor jalan cepat, Bayu Prasetyo (jalan cepat) dan Rahma Anisa (lari). Ketiga atlet tersebut mendapat bimbingan dari dua pelatih, yakni Ivan Budiaji dan Heri Surahno.

Menurut Pelatih Atletik DIY, Ivan Budiaji, latihan sebagai persiapan menghadapi PON sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu. “Saat ini tahapan latihan sudah memasuki pembenahan untuk gerakan dan pembentukan fisik. Dari segi teknik memang ada atlet yang sudah siap 80 persen, jadi tinggal sedikit lagi,” ujarnya saat ditemui di sela monitoring rombongan KONI DIY di Stadion Mandala Krida, Yogya, kemarin.

Lebih lanjut, Ivan Budiaji juga menyampaikan bahwa keberadaan Heri Surahno sebagai pelatih jalan cepat yang sudah memiliki banyak pengalaman, menjadi keuntungan bagi para atletnya. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, termasuk menjadi pelatih di Pelatnas, diharapkan bisa membentuk karakter atlet DIY untuk meraih hasil terbaik.

Dari segi kendala, salah satu atlet yakni Indah Lupita Sari mengatakan bahwa dirinya menginginkan adanya sparing partner atau rekan berlatih untuk memotivasi saat berlatih. Menurutnya, keberadaan sparing partner ini penting untuk memacu dirinya ketika berlatih. Sedangkan untuk Rahma Anisa mengaku kemungkinan akan sedikit kendala dalam proses latihan karena adanya rencana KKN tahun ini.

Sementara itu, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto yang turun langsung memantu perkembangan latihan, mengungkapkan bahwa pihaknya siap mengakomodir yang menjadi keinginan atlet.

“Apapun yang menjadi kebutuhan atlet, terutama yang masuk dalam Puslatda level satu, akan diupayakan untuk dipenuhi. Kami sudah memiliki tim Satgas PON untuk memantau perkembangan Puslatda ini,” ungkapnya. (Oro)

Read previous post:
Tersangka Susur Sungai Ingin Tetap Dipenjara Sebagai Penebus Dosa

DEPOK (MERAPI)- Selain polemik soal rambut yang gundul, muncul desakan kepada polisi agar menangguhkan penahanan terhadap tiga tersangka susur sungai

Close