Gantikan Eduardo, Dejan Antonic Tangani PSS

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Manajemen PSS Sleman akhirnya menunjuk Dejan Antonic menjadi suksesor Eduardo Perez Moran yang mengundurkan diri. Eks pelatih Borneo FC dan Arema FC itu akan menangani PSS selama satu musim ke depan. Fatih Chabanto, CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS) mengatakan pengalaman Dejan selama melatih klub Liga 1 plus prestasinya sebagai pelatih terbaik versi situs sepakbola internasional 2011 lalu jadi pertimbangan penunjukan.

“Banyak nama yang masuk, baik menawarkan diri atau dari kami setelah Eduardo mengundurkan diri. Dari banyak pertimbangan itu kami menunjuk Dejan Antonic. Dia akan menemani sejak pertandingan pertama lawan PSM,” kata Fatih, Rabu (26/2).

Pengalaman Dejan melatih di banyak klub Indonesia, Arema (2011), Pro Duta (2012-2014), Pelita Bandung Raya (2014), Persib Bandung (2016), Borneo FC (2018), dan Madura United (2019) memang jadi pertimbangan khusus. Namun ia belum tahu kapan Dejan akan menggelar latihan perdana.
“Kami yakin Dejan akan membawa PSS pada jalurnya. Pengalamannya di liga tentu akan banyak membantu tim secara cepat dalam waktu yang mepet ini,” tambah Fatih.

Penunjukan pelatih anyar empat hari jelang kick off Liga 1 Minggu (1/3) mendatang hanya menyelesaikan satu persoalan. Masih banyak PR yang belum diselesaikan PSS. Dua di antaranya yang ditunggu publik adalah peluncuran tim dan pengenalan investor baru dalam hal ini PT Palladium Cemerlang Pratama. Saat ini PSS tertinggal jauh dari para pesaingnya yang sudah menyelesaikan pekerjaan rumah lalu menatap laga perdana.

PSM Makassar misalnya yang jadi lawan perdana Laskar Sembada. Meski saat ini masih menjalani laga AFC Cup, mereka juga sudah mempersiapkan diri menghadapi PSS. Pelatih PSM, Bojan Hodak menyiapkan gelandang Rasyied Bakrie untuk mengobrak-abrik sistem PSS. Ia bahkan tak memainkan Rasyid saat PSM menjamu Shan United di babak penyisihan AFC Cup. “Saya sengaja mengistirahatkan Rasyied agar siap melawan PSS di pertandingan perdana,” kata Bojan melansir laman resmi klub.

Sementara itu PSS butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem Dejan Antonic. Saat melatih Madura United, Dejan kerap menggunakan taktik 4-2-3-1. Sementara para pemain PSS sendiri terbiasa dengan 4-3-3 ketika di bawah Seto Nurdiyantoro. Sementara itu satu bulan di bawah Edu, para pemain belum punya formasi pakem.

Formasi 4-2-3-1 Dejan hakekatnya membutuhkan seorang pemain tengah yang jadi komando permainan lantaran formasi itu adalah sistem paling distributif untuk seluruh pemain. Ada kesimbangan antara mengoper dan menekan saat membangun skema serangan. Sementara kelemahan formasinya adalah kerap keteteran menghadapi tim yang punya serangan balik cepat.

“Kami percaya Dejan adalah pelatih yang tepat. Pengalamannya dia bagi kami akan membawa PSS ke jalurnya,” tambah Plt manajer PSS M Eksan. (Des)

Read previous post:
Petani Sorong Bahagia Terima KUR Pertanian

SORONG (HARIAN MERAPI) - Kegiatan kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kota Sorong, Papua Barat meninggalkan kesan bahagia

Close