Polda DIY Bentuk Satgas Anti Mafia Bola

Kombes Pol Burkan Rudy Satria (kiri) saat memimpin rapat koordinasi. (HARIAN-MERAPI-SAMENTO SIHONO)

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Jelang bergulirnya Liga 1 2020, Dit Reskrimum Polda DIY membentuk Satgas Anti Mafia Bola (AMB). Dengan dibentuknya Satgas Anti Mafia Bola ini, Polda DIY ingin liga sepakbola berjalan lancar dan sportif.

Hal tersebut disampaikan oleh Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria saat rapat koordinasi bersama Asprov PSSI DIY, perwakilan klub Liga 1, Liga 2 dan Liga 3, serta perwakilan suporter, Selasa (25/2) malam.

“Kami berharap dengan Satgas AMB ini dapat berperan memunculkan prestasi sepakbola Indonesia, semakin meningkat, juga citra sepakbola Indonesia semakin baik,” beber Kombes Pol Burkan Rudy Satria.

Menurutnya tugas pokok Satgas AMB ini khususnya mengawasi dan memonitor selama pertandingan berlangsung. Selain itu mengoordinasikan dengan berbagai stakeholder agar sepakbola berprestasi dan bermartabat.

“Kita akan membersihkan permainan yang tidak benar dari dunia sepakbola seperti pengaturan pertandingan, pengaturan skor, atau mengatur seorang pemain untuk bermain tidak benar demi kepentingan kelompoknya,” katanya.

Kombes Pol Burkan Rudy mengatakan Satgas AMB akan fokus kepada tiga hal, yaitu pengaturan hasil pertandingan, pengaturan pemain seperti bek dan kiper, dan pengaturan permainan untuk menggiring satu klub untuk menjadi juara.

“Sebagai kota yang berbudaya dan terpelajar, jangan sampai kita mengotori dengan perilaku yang tidak baik, seperti suap atau perjudian. Kita akan awasi bandar judi yang yang masuk ke kompetisi sepakbola,” ujar Kombes Pol Burkan.

Untuk itu Kombes Pol Burkan mengajak instansi terkait untuk mengawasi dan memonitoring setiap pertandingan selama semusim. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya kecurangan selama kompetisi berlangsung.

Ketua Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno menyambut baik adanya Satgas Anti Mafia Bola Polda DIY. Ia menegaskan Asprov PSSI DIY akan bekerja bersama dengan Satgas AMB, agar sepakbola berjalan dengan baik.

“Kami sangat menyambut baik penugasan satgas anti mafia bola yang akan menjaga sepakbola dari pihak luar sepakbola yang ingin mengatur pertandingan,” ujarnya.

Bahkan menurut laporan ada bandar judi yang sudah menebarkan ancaman di stadion Yogyakarta, khususnya di Liga 3. Parahnya sepakbola tidak bisa menjangkau para bandar judi ini karena mereka bukan warga sepakbola.

“Kepada Satgas AMB, silakan terus berkoordinasi dengan kami kalau suatu saat, ada warga di sepakbola akan dimintai keterangan. Agar sepakbola berjalan baik,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
Tersangka Susur Sungai Bantah Kabur, Justru Tolong 6 Siswi Hanyut

SLEMAN (MERAPI)- Polisi telah menetapkan tiga pembina pramuka SMPN 1 Turi sebagai tersangka karena lalai dan mengakibatkan 10 siswa tewas

Close