Istri Tersangka Susur Sungai Mengungsi, Anak Tak Berani Sekolah

SLEMAN(MERAPI)- Penetapan IY (37), guru SMPN 1 Turi sekaligus pembina pramuka sebagai tersangka atas meninggalnya 10 siswa dalam kegiatan susur Sungai Sempor berdampak hebat bagi keluarganya. Saat ini, keluarga IY yang terdiri dari istri dan dua anak yang masih duduk di Sekolah Dasar itu diungsikan ke tempat saudaranya.
Kakak sepupu pelaku, Agus Sukamta (58) menuturkan, akibat peristiwa naas itu, keluarga IY harus diungsikan dari kediamannya di Desa Caturharjo, Kabupaten Sleman. Langkah itu terpaksa diambil lantaran kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung.
“Keluarga ini kita ungsikan, untuk beberapa saat agar agak tenang. Karena tekanan lingkungan sangat dirasakan keluarga itu. Tentu kita harus ambil sikap agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ungkapnya saat ditemui wartawan, Rabu (26/2).

Selain tekanan dari lingkungan sekitar, kata dia, istri dan anak-anak pelaku juga mengalami tekanan psikologis yang luar biasa. Bahkan istri pelaku yang sejatinya juga berempati atas kejadian tersebut, sampai takut untuk bertemu dengan orang.
“Memang memberikan tekanan psikologi, sampai istrinya ini takut ketemu orang. Istrinya itu syok sampai mengigau dan bilang bagaimana kondisi anak-anak (korban) itu, ya,” jelasnya.
Tekanan psikologis, dikatakan Agus, juga diakibatkan karena banyaknya cacian dan hujatan melalui akun media sosial baik kepada pelaku maupun istrinya. Hal itu yang akhirnya membuat istri pelaku sampai drop dan ketakutan.

“Tekanan media sosial ini sangat mempengaruhi luar biasa. Saat ini istri tersangka didampingi saudaranya dari Kalimantan, tapi kami bisa apa, kita ya hanya bisa menerima saja semua perlakuan itu. Kita sudah larang istri dan anak-anaknya untuk pegang handphone,” tegasnya.
Tak hanya istri pelaku, anak pelaku yang masih duduk di kelas 5 dan 6 SD juga mengalami ketakutan yang luar biasa. Bahkan beberapa hari setelah ayahnya menjadi tersangka, jelas Agus, mereka sampai tak berani masuk sekolah.
“Pada waktu itu anaknya buka youtube lihat video ayahnya sedang gelar perkara. Anaknya sampai marah sampai membuang handphone dan sempat tidak berani sekolah,” tambahnya.
Meksi demikian, ujarnya, sudah sejak Selasa lalu, anak-anak IY sudah mulai masuk sekolah meski harus mendapatkan langsung perhatian dari pihak sekolah. Bahkan pihak sekolah pun mendampingi langsung segala aktivitas anak pelaku selama di sekolah.

“Dari pihak sekolah memberikan perhatian. Jadi pas berangkat itu di depan gerbang langsung ditunggu seorang guru, dan didampingi terus selama di sekolah,” imbuhnya.
Pihak keluarga pelaku juga telah meminta pendampingan psikolog dari salah satu universitas yang ada dan juga dari puskesmas. Namun begitu kondisi istri pelaku kondisi emosinya masih belum membaik.
Atas kejadian susur Sungai Sempor yang mengakibatkan 10 siswi SMPN 1 Turi meninggal tersebut, Agus mewakili keluarga meminta maaf kepada keluarga korban. Permintaan maaf itupun dilakukan dengan mengunjungi keluarga korban secara langsung.

“Kita secara langsung menyampaikan permintaan maaf ke keluarga korban. Kita lakukan kemarin dan hari ini. Dan dari keluarga korban berkenan memaafkan pelaku dan menganggap masalah ini sudah selesai,” tutupnya.
Seperti diketahui, IY menjadi tersangka utama dalam kasus tewasnya 10 siswi SMPN 1 Turi dalam kegiatan susur sungai Sempor. Sebelum kejadian, dialah yang merancang dan menyebarkan informasi susur sungai itu. Dia sudah ditahan polisi bersama dua tersangka lain.(C-8)

Read previous post:
Polda DIY Bentuk Satgas Anti Mafia Bola

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Jelang bergulirnya Liga 1 2020, Dit Reskrimum Polda DIY membentuk Satgas Anti Mafia Bola (AMB). Dengan

Close