PSS Belum Dapat Calon Pelatih

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS) Fatih Chabanto, menolak berkomentar tentang sejumlah nama yang diisukan menjadi pelatih kepala Laskar Sembada. Nama-nama seperti Simon McMenemy, Bambang Nurdiansyah, maupun Fachri Husaini yang marak di media dan media sosial selama dua hari terakhir memang pantas melatih PSS namun keputusan tidak lagi berada di tangan Fatih.

“Saya no komentar untuk nama-nama itu. Kami masih terus komunikasi dengan investor baru. Intinya segera,” tegas Fatih, Selasa (25/2) petang, kepada Merapi.

Sejak PT Palladium Cemerlang Pratama mengambilalih saham mayoritas PT dari tangan Soekeno, aktivitas transfer PSS tak lagi berada di tangan manajemen. Dua aktivitas transfer PSS yang terbaru misalnya, Luthfi Kamal dan Irfan Bachdim harus menunggu persetujuan direksi PT Palladium.

Pelatih yang akan menggantikan Eduardo Perez Moran juga harus dikomunikasikan dengan PT. Belum keluarnya calon nama pelatih PSS membuat opini publik terbelah. Sebagian ada yang ingin PSS ditangani pelatih asing yang berpengalaman sementara sebagian lagi menginginkan pelatih lokal. Nama Fachri Husaini disebut-sebut sebagai sosok yang tepat menggantikan Edu.

Asep Handi Kurniawan, Presidium Slemania berharap PT mempercayakan pelatih kepala pada sosok lokal. Waktu yang semakin mepet jadi alasannya. Jika menggunakan pelatih lokal, waktu adaptasi mulai dari bahasa sampai lain-lain bisa dipangkas. “Kami harap pelatih lokal karena waktu kick off makin depat sedangkan kita harus bergerak cepat,” harap Asep.

Fatih mengaku mendengarkan saran siapa saja dalam mencari pelatih. Namun ia membeberkan siapapun yang akan menjadi pelatih anyar PSS adalah sosok yang sudah diperhitungkan matang oleh PT dan investor baru. Ia juga berharap persoalan mundurnya Edu tak usah dibesar-besarkan karena biasa dalam industri sepakbola. “Semoga publik bisa sabar menunggu calon pengganti. Kami sedang mencari yang terbaik,” tambah Fatih.

Sementara itu pengunduran diri Edu membuat kaget banyak pemain salah satunya mega bintang Irfan Bachdim. Pemain depan yang musim lalu membela Bali United itu tak menyangka kerjasamanya dengan Edu hanya seumur jagung. Padahal Edu adalah salah satu sebab dirinya menerima pinangan PSS. “Saya cukup kaget karena pelatih adalah salah satu alasan saya ke sini. Tapi ya sudah itu biasa dalam sepakbola,” kata Bachdim.

Para pemain sendiri menggelar latihan mandiri di bawah asisten pelatih Danilo Fernando sebelum diambilalih pelatih baru. Tak ada program khusus dalam latihan. Bagus Nirwanto dan kawan-kawan hanya menjaga kebugaran saja sembari menunggu sosok yang bakal menangani mereka. “Enggak ada program apa-apa, selebihnya ya menjaga kebugaran tadi. Tanyakan manajemen saja kalau soal program selanjutnya,” kata Danilo. (Des)

Read previous post:
Jadi Kurir Narkoba Agar Bisa Nyabu Gratis

YOGYA (MERAPI)- Petugas Satresnarkoba Polresta Yogyakarta berhasil meringkus kurir sabu dan pil koplo di salah satu klub malam di wilayah

Close