Sebelum Susur Sungai, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Yakin Tak Akan Terjadi Apa-apa

SLEMAN (MERAPI)- Tiga orang tersangka kasus susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Sleman mengaku menyesal kegiatan itu sampai menewaskan 10 siswa. Mereka resmi ditahan di Polres Sleman, Selasa (25/2).
Ketiga tersangka itu adalah IY (36), guru PNS warga Caturharjo, Sleman, DS (58) warga Baransari, Sardonoharjo, Ngaglik dan RY (58) guru PNS warga Dukuhsari, Wonokerto, Turi. Saat susur sungai itu, tersangka IY pergi mentransfer uang di ATM, sementara RY menunggu di sekolah dan DS menunggu di garis finish.

Saat ditanya wartawan, tersangka RY tidak banyak komentar atas kegiatan susur sungai yang merupakan inisiasi dari IY. Ia berdalih tidak begitu setuju dengan rencana itu, pasalnya sebelumnya ia sempat melihat cuaca mendung tipis di area kegiatan.
“Saya hanya ikut saja ketika dibariskan IY, saya hanya ngikut, meski merasa kurang senang. Saya menunggu di sekolah untuk menunggui barang anak-anak. Karena setelah susur sungai ada pencatatan,” kata RY.

Sementara IY menjelaskan anak-anak peserta susur sungai pada pukul 13.15 WIB, sedangkan ia berangkat ke lokasi pada 13.30 WIB. Menurutnya sebelum kejadian cuaca belum hujan, bahkan ia cek sungai aliranya tidak deras. Dia kemudian pergi transfer uang setelah para siswa masuk sungai. Tersangka baru kembali setelah ditelepon salah satu siswa yang memberitahukan jika susur sungai itu menimbulkan korban.
“Setelah cek, saya kembali ke titik start. Di situ ada teman biasa urusi susur sungai di Sempor. Sehingga saya yakin saja tidak akan terjadi apa-apa,” jelasnya.
Menurut IY, susur sungai berguna bagi pembentukan karakter anak, sehingga susur sungai membuat anak didik bisa belajar tentang aliran sungai. “Mereka jadi tahu, ini sungai. Mereka di pinggir, tidak di tengah,” ucapnya.

Atas kejadian itu, IY meminta maaf kepada instansi SMPN 1 Turi karena atas kelalaian yang telah dilakukan yang berakibat fatal. Ia juga sangat menyesal dan memohon maaf kepada keluarga korban terutama yang meninggal.
“Ini sudah jadi risiko kami sehingga apapun yang jadi keputusannya akan kami terima,” pungkasnya. Ketiganya dijerat dengan pasal Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menghilangkan nyawa seseorang, dan 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan luka luka seseorang dengan ancaman 5 tahun penjara. (Shn)

Read previous post:
ilustrasi
Bukan Salah Alam

BILA terjadi bencana yang berkaitan dengan alam seperti banjir maupun tanah longsor, sering alam disalahkan. Seolah-olah peristiwa tersebut tidak ada

Close