Tipu Teman Kos, Raup Rp 50 Juta

MLATI (MERAPI)- Dengan mengaku sebagai investor pembangunan hotel dan mencatut nama perguruan tinggi ternama di Solo, AN (29) asal Jawa Timur menipu teman satu kosnya di wilayah Mlati, Sleman, Ardiona Purnama Putra (28). Pelaku meraup uang Rp 50 juta dari korban dengan menawarkan investasi yang ternyata bodong.
Atas perbuatannya ini, pelaku pun dibekuk aparat Polsek Mlati. Kapolsek Mlati, Kompol Hariyanta kepada wartawan, Senin (24/2) mengatakan, pelaku diamankan berkat adanya laporan korban ke Polsek Mlati pada 30 Januari lalu. Mendapati adanya laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa keterangan dari saksi.

Dari hasil penyelidikan, dipimpin Kanit Reskrim Iptu Nur Dwi Cahyanto, petugas berhasil mengidentifikaasi pelaku. Setelah mengetahui ciri-ciri pelaku, petugas tidak memerlukan waktu lama untuk menangkap karena identitasnya diketahui.
“Pelaku ditangkap di rumah kos tidak lama setelah korban melapor ke polisi,” beber Kompol Hariyanta.
Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memalsukan dokumen untuk melakukan penipuan berkedok investasi pembangunan hotel. Ide penipuan itu berasal dari pribadi pelaku sendiri untuk memuluskan aksinya agar korban percaya.
“Pelaku ini belajar membuat dokumen palsu dari browsing di internet contoh-contoh surat investasi. Untuk menyakinkan korban, pelaku juga mencantumkan kop perguruan tinggi di Solo itu,” katanya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku menawarkan investasi pembangunan hotel. Agar korban percaya, pelaku membuat surat palsu berupa tanda terima investor berisi perjanjian keuntungan 60 sampai 70 persen per bulan selama satu tahun.
“Guna meyakinkan korban, AN membuat sendiri surat tanda terima palsu tertanda Kepala Prodi Teknik Sipil kampus ternama yang isinya data diri investor, jumlah investasi dan pelindung investor,” jelasnya.
Merasa sudah saling kenal, tanpa menaruh curiga korban selanjutnya mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku sebanyak 2 kali melalui e-banking. Kiriman pertama, korban mengirim Rp 40 juta dan kiriman kedua Rp 10 juta.

Setelah uang ditransfer, ternyata keuntungan yang dijanjikan oleh pelaku tidak kunjung terealisasikan, hingga akhirnya korban merasa curiga. Kecurigaan tersebut muncul usai pelaku tidak bisa dihubungi.
Mengetahui hal itu, korban lantas melaporkan ke Polsek Mlati untuk melakukan pengungkapan. Menurut pelaku, uang Rp 50 juta hasil penipuan sudah habis untuk bermain trading dan biaya hidup seperti membeli sepatu, celana, dan kemeja.
“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP penggelapan dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
Pasar Prawirotaman Rampung Juni 2020, Lantai Atas untuk Rumah Kreatif

MERGANGSAN (HARIAN MERAPI) - Revitalisasi Pasar Prawirotaman Kota Yogyakarta terus dikebut karena ditargetkan harus selesai pada Juni 2020. Bangunan pasar

Close