PENGUSAHA KULINER BERLOMBA HADIRKAN SUASANA TRADISIONAL-Sediakan Kandang Kerbau untuk Ciptakan Nuansa Pedesaan

SELAIN soal citarasa masakan maupun minuman, para pemburu kuliner biasanya mempertimbangkan suasana sebuah tempat makan. Itu sebabnya, kini banyak pengusaha kuliner menciptakan suasana nyaman. Nuansa tradisional dan pedesaan pun belakangan ini kian jadi tren.
Salah satunya yang dilakukan pengelola usaha kuliner Warung Kopi Dop di bilangan Jalan Arjuno Plaosan Tlogoadi Mlati Sleman, Harumiwati. Dia berusaha membangun nuansa tradisional dengan bangunan limasan. Tak tanggung-tanggung, dia juga ikut menyertakan kandang kerbau di kompleks usaha kulinernya. Kebetulan suaminya, Krisdiantoro juga sudah biasa jual-beli kayu lawasan maupun bangunan tradisional seperti limasan, joglo dan kandang. Bangunan seperti ini kian banyak diminati sebagai tempat kopi darat (kopdar), arisan sampai rapat-rapat.

“Apalagi lokasinya berada di pinggir dusun dan berdekatan areal persawahan seperti di tempat kami. Jadi nuansa tradisional dan alaminya semakin terasa,” ujar Harumi kepada Merapi

, baru-baru ini.
Ditemui di lokasi usahanya, kawasan Jalan Arjuno Plaosan Tlogoadi Mlati Sleman, ibu dari dua anak ini menjelaskan, mengingat semakin banyak konsumen yang datang ke Kopi Dop termasuk untuk menggelar rapat-rapat maupun kopdar, ada rencana menyediakan lagi bangunan limasan maupun kandang kerbau tambahan. Pasalnya, di pinggir timur maupun utara lokasi kuliner setempat masih ada lahan kosong.
Adapun total luasan lokasi kuliner tersebut 1.100 meter persegi. Sebagian ada lapangan volinya yang dikenal dengan nama lapangan voli Dop. Nama lapangan voli ini menjadi inspirasi tersendiri saat akan memberi nama usaha kulinernya, hingga akhirnya diberi nama Warung Kopi Dop. Khusus menu minuman kopi akan dibuat juga model paket, misalnya paketan satu gelas kopi dipadu snack ringan seperti singkong maupun pisang goreng cukup membayar Rp 10.000, sehingga berbagai kalangan bisa menikmati minuman kopi plus makanan ringan tanpa mengeluarkan banyak biaya.

“Sejak pagi sampai sore di lokasi kuliner kami tersedia aneka menu masakan seperti soto kere, soto ayam, aneka olahan ikan nila/lele, ayam, bebek dan tahu tempe. Sore sampai malam kami menyediakan masakan bakmi, termasuk ada nasi goreng, capcay dan kwetiau,” terangnya.
Menurut salah satu juru masak di Kopi Dop, Ardiansyah, untuk mempersiapkan olahan bumbu serta bahan baku seperti daging ayam maupun sejumlah sayur sudah dimulai kisaran pukul 14.30. Khususnya daging ayam untuk bakmi, pihaknya banyak memesan jenis ayam Jawa Super (Joper). Cita rasa serta tekstur ayam ini mirip dengan ayam kampung asli, termasuk mampu membikin rasa gurih dan tekstur yang khas mendekati ayam kampung.
“Soto ayam di tempat kami juga menggunakan jenis ayam joper. Sedangkan menu masakan unik lain di sini seperti pecel wader dan penyetan iwak kali,” beber Ardi. (Yan)

Read previous post:
Isinya Banyak Jadi Ciri Khas Segarnya Es Jaipong

MESKI cara berjualan hanya menggunakan gerobak sederhana, namun aneka jajanan bisa menjadi hit dan banyak dicari, apalagi jika banyak dibicarakan

Close