Mudahnya Penyumpahan Tak Jamin Kualitas Advokat


Advokat Peradi saat mengikuti penyumpahan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Advokat Peradi saat mengikuti penyumpahan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

SEWON (MERAPI) -Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Advokat Indonesia (DPD Peradi) DIY M Syafei MS SH menyatakan, mudahnya bagi organisasi advokat untuk mengajukan penyumpahan advokat di pengadilan tinggi akan memunculkan advokat baru. Tetapi dengan lahirnya advokat baru tersebut tidak menjamin kualitas advokat dalam menjalankan profesi.


Untuk itu pihaknya saat ini tidak melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). “Kami tidak melakukan PKPA karena kami tidak mau hanya meluluskan advokat, tetapi kami lebih selektif dan mengutamakan kualitas daripada kuantitas,” ujar Syafei kepada wartawan di sela-sela pengambilan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Yogyakarta (PTY) Jalan Ring Road Selatan Sewon Bantul, Rabu (19/2).


Disebutkan, saat ini banyak banyak organisasi advokat yang melaksanakan kerja sama PKPA dengan perguruan tinggi manapun agar bisa melaksanakan pendidikan. Padahal saat ini untuk syarat menjadi advokat dan dilakukan sumpah merupakan hasil dari PKPA manapun.


“Sekarang ini kami tidak melaksanakan PKPA, tetapi tetap melakukan pelantikan dan penyumpahan. Untuk itu kami meminta seluruh organisasi advokat untuk sementara tidak melakukan PKPA, pelantikan dan penyumpahan sebelum membenahi organisasi. Agar jangan sampai dalam melahirkan advokat terkesan obral,” lanjut Syafei.


Apalagi sampai saat ini ada sekitar 37 organisasi advokat telah mengajukan penyumpahan di pengadilan tinggi di seluruh Indonesia. Sehingga patut dipertanyakan kualitas advokat itu sendiri. Syafei mendorong agar dibentuk dewan kehormatan advokat satu se Indonesia.


“Saat ini kode etik advokat sudah satu dan digunakan oleh seluruh advokat di Indonesia. Untuk itu kami berharap ada satu-satunya dewan kehormatan advokat,” tegas Syafei.


Untuk saat ini, DPD Peradi DIY telah mengajukan 16 advokat untuk mengikuti penyumpahan advokat. Meski tidak melaksanakan PKPA, tetapi Peradi Rumah Bersama Advokat (RBA) ini tetap menjamin kualitas advokat yang dilahirkan. (C-5)


Read previous post:
Tepis Isu Kelangkaan, Kementan Minta Pupuk Segera Disalurkan

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau pemerintah daerah segera mendistribusikan pupuk bersubsidi untuk petani. Hal ini untuk menepis

Close