SD Muhammadiyah Condongcatur Maju Lomba Sekolah Pangan Aman Nasional

MERAPI-HUMAS SLEMAN  Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyambut kehadiran tim juri Lomba Sekolah Pangan Aman Nasional di SD Muhammadiyah Condongcatur.
MERAPI-HUMAS SLEMAN
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyambut kehadiran tim juri Lomba Sekolah Pangan Aman Nasional di SD Muhammadiyah Condongcatur.

DEPOK (MERAPI) – SD Muhammadiyah Condongcatur, Depok, Sleman mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Lomba Sekolah Pangan Aman Nasional. Kedatangan tim juri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) disambut Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di SD Muhammadiyah Condongcatur, Kamis (13/2).

Sri Muslimatun mengatakan lomba tersebut cara efektif untuk memacu sekolah-sekolah, khususnya di Kabupaten Sleman, dalam menjaga kondisi pangan di lingkungan sekolah. “Kondisi pangan yang baik di sekolah dapat memengaruhi kenyamanan belajar siswa. Asupan yang baik bagi siswa secara tidak langsung dapat meningkatkan prestasinya,” katanya dikutip Antara.

Menurut dia, kegiatan pengawasan keamanan pangan merupakan bagian dari program pemerintah. Namun hal itu tidak akan ada artinya tanpa sinergi masyarakat dan para pemangku kepentingan. Lomba itu dapat menjadi sarana untuk menanamkan pola hidup sehat kepada para siswa sejak dini. “Ini merupakan upaya pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas,” katanya.

Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur Sulasmi mengatakan kantin di sekolahnya, “Kantin Walidah”, mempunyai misi “Mewujudkan Kantin sebagai Penyelenggara Makanan Aman dan Sehat bagi Warga Sekolah”. “Kantin tersebut juga di bawah pembinaan BBPOM DIY dan Puskesmas Depok II. Kami juga telah mengeluarkan SK Pengurangan Penggunaan Plastik di Sekolah,” katanya.

Anggota tim juri dari BPOM RI Dini Gardenia mengapresiasi SD Muhammadiyah Condongcatur dan Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah mendukung programnya terkait dengan pengawasan pangan di lingkungan sekolah.
Dalam kunjungannya kali ini, pihaknya menitikberatkan pada penilaian operasional kantin sekolah. “Kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dokumen setelah verifikasi lapangan,” katanya.

Selain SD Muhammadiyah Condongcatur, ada lima sekolah lain yang mengikuti lomba itu, yakni SMAN 3 Batam, SMPN 1 Pontianak, SDN Bambu Apus 04 Jakarta Timur, SD Al Kautsar Bandar Lampung, dan SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik. (*)

Read previous post:
MERIAM ANAK MAKASAR (9) – Menyeberang ke Jawa Gabung dengan Trunajaya

Sesudah perjanjian ditandatangani Speelman segera meninggalkan Buton bersama pasukannya. Sedang pasukan Belanda yang lain tetap di pulau Buton menjaga para

Close