PENGIRIMAN ATLET DIY KE PON 2020 – Tak Ada Pemberangkatan Mandiri

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan KONI kabupaten dan kota, KONI DIY memastikan bahwa pemberangkatan atlet ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2020 di Papua tidak ada yang dilakukan dengan mandiri. Semua keberangkatan kontingen atas nama DIY melalui KONI DIY dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Menurut Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, kriteria yang telah ditentukan pihaknya untuk pengiriman atlet sudah disepakati bersama oleh anggota, termasuk KONI kabupaten dan kota. “Tadi ada (kemarin,red) pertemuan lagi dengan KONI kabupaten dan kota. Keputusannya tetap, sesuai dengan kriteria dan tidak ada pemberangkatan atlet dengan mandiri,” ungkapnya di Yogya, Kamis (13/2).

Seperti yang telah ditentukan oleh KONI DIY, atlet yang berhak berangkat ke Papua yakni minimal berada di peringkat ke-4 pada kejuaraan nasional ataupun minimal menjadi runner up pada kejuaraan wilayah. Para atlet dengan kriteria tersebut dan dinyatakan lolos oleh PB masing-masing cabang olahraga (cabor), telah masuk dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda) mencapai 141 atlet.

Disinggung mengenai adanya wacana penambahan atlet yang akan diberangkat dengan biaya mandiri, Djoko menegaskan jika hal itu tidak menjadi keputusan KONI DIY. “Kami sudah konsultasi dengan Pemda DIY terkait keberangkatan atlet ke PON Papua. Memang ini PON paling berat yang dilalui DIY karena dari segi biaya berat, selain itu jarak antara venue cabor juga cukup jauh. Untuk Puslatda juga tidak ada penambahan mandiri, tetap sesuai kriteria,” tuturnya.

Bagi atlet-atlet yang dinyatakan lolos oleh PB cabor tapi tak bisa berangkat, Djoko coba memberikan saran agar terus berlatih di level daerah. Selain itu, untuk menguji level kompetisi, atlet bisa mengikuti kejuaraan tingkat nasional.

“Kalau kekhawatiran akan perpindahan atlet, ya kami coba menjembatani untuk memberikan berbagai fasilitas nantinya. Ya baik itu pendidikan, pekerjaan maupun fasilitas yang lainnya. Yang jelas kami juga berharap agar KONI kabupaten dan kota bisa memaksimalkan ketersediaan anggaran di daerah untuk dimanfaatkan bagi pembinaan olahraga,” beber Djoko. (Oro)

Read previous post:
Siswi SMP Dikeroyok 3 Teman Pria di Kelas

PURWOREJO (MERAPI)- Tiga siswa salah satu SMP di Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo berinisial T, D dan U ditangkap aparat Polres

Close