Siswi SMP Dikeroyok 3 Teman Pria di Kelas

PURWOREJO (MERAPI)- Tiga siswa salah satu SMP di Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo berinisial T, D dan U ditangkap aparat Polres Purworejo lantaran mengeroyok teman perempuan mereka, berinisial C. Ironisnya, aksi penganiayan itu direkam kemudian dijadikan status di WhatssAp. Bahkan, video itu viral dan jadi heboh. Pelaku menganiaya korban gara-gara uang Rp 2 ribu.
Kepala SMP tempat pelaku bersekolah, Akhmad mengatakan, peristiwa itu terjadi di dalam kelas pada Selasa (11/2), saat jam pergantian pelajaran. “Saat pergantian guru, dimanfaatkan para pelaku untuk mengeroyok C. Pelaku juga minta temannya, berinisial F untuk merekam dengan kamera ponsel,” tuturnya menjawab pertanyaan Merapi, Kamis (13/2).

Menurutnya, pengeroyokan berlangsung singkat dan berakhir sebelum guru pelajaran berikutnya masuk ke dalam kelas. Ketiganya menendang dan memukul korban dengan bilah sapu. Peristiwa itu baru diketahui justru setelah video yang awalnya hanya dipasang sebagai status WA, menjadi viral.
Akhmad menyebut ketiga pelajar yang tersangkut kasus itu memang dikenal usil. Ketiganya merupakan pindahan dari sekolah lain. “Memang sering tidak fokus mengikuti pelajaran, bahkan kerap pulang sebelum jamnya. Padahal mereka kelas IX, sebentar lagi ujian kelulusan,” katanya.

Kerabat korban Nuryani mengatakan, C masih trauma dan belum mau berangkat sekolah karena takut. Ia menduga, aksi itu sudah sering menimpa korban. “Seringkali C mengeluh kepada saya, kalau badannya sakit semua karena ditendangi temannya. Tapi ia tidak pernah cerita siapa pelakunya dan saya sarankan C untuk melawan apabila menerima tindak kekerasan,” ungkapnya.
Polisi bertindak cepat menyikapi tersebarnya video dengan menerjunkan tim ke Kecamatan Butuh. Bersamaan dengan itu, orangtua korban yang melihat video anaknya dipukuli para pelaku tersebar, melapor ke Polsek Butuh. “Kami bertindak cepat, semua yang berkaitan diminta keterangan dan para pelaku diamankan,” ungkap Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito.

Polisi juga menyita sebuah ponsel yang dipergunakan merekam adegan kekerasan, dua sapu ijuk, pakaian para pelaku, dan sepatu yang dipakai saat mengeroyok korban. Kepada polisi, ketiganya mengaku menyerang karena korban menolak saat dimintai uang Rp 2.000.
Kemudian mereka memukul, menendang dan menggunakan sapu untuk mengeroyok korban. Pelaku T lalu mengambil paksa uang Rp 4.000 dan mengancam korban untuk tidak bilang kepada siapapun. Polisi menjerat ketiganya melanggar Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan, atau denda maksimal Rp 72 juta.(Jas/Gnr)

Read previous post:
9,3 Juta Lebih Siswa Lulusan SMA/Sederajat Tidak Dapat Mengikuti SNMPTN Tahun Ini

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Pemerintah telah menetapkan proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk tahun 2020. Dalam sistem

Close