GUNUNG MERAPI ERUPSI SETINGGI 2 KILOMETER-Hujan Abu di Sleman, Warga Tak Panik

UMBULHARJO (MERAPI)- Gunung Merapi kembali meletus pada Kamis (13/2) pukul 05.16 WIB. Akibat letasan itu, Gunung Merapi mengeluarkan asap dengan tinggi mencapai sekitar 2 km hingga menimbulkan hujan abu di sebagian Sleman utara.
“Kolom asap letusan teramati setinggi 2 km dengan angin saat kejadian mengarah ke Barat-Laut. Lontaran material erupsi juga teramati terjadi dalam radius 1 km dari puncak,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida.
Seismograf BPPTKG mencatat letusan eksplosif itu dengan amplitude 75 milimeter dan durasi 150 detik. Sedangkan lontaran material dalam radius 1 km dari puncak Merapi itu masih aman karena BPPTKG telah menetapkan radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak untuk aktivitas masyarakat.

Dia menyatakan untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan maka diterbitkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan kode warna orange yang berati berati kolom asap tidak melebihi 6.000 meter di atas permukaan laut. Akibatnya beberapa daerah di sekitar Gunung Merapi mengalami hujan abu.
“Hujan abu dilaporkan terjadi di sekitar Gunung Merapi dalam radius 10 km. Terutama di sektor Selatan seperti wilayah Desa Hargobinangun (Pakem) serta Glagaharjo dan Kepuharjo (Cangkringan),” paparnya.
Menurutnya, letusan serupa itu masih dapat terus terjadi. Aktivitas letusan itu sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan ini berupa lontaran material vulkanik dan awan panas dengan jangkauan kurang dari 3 km yang bersumber dari bongkahan material kubah lava.

“Masyarakat kami imbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi,” tambahnya.
Dia menjelaskan sebelum September- November 2019 telah terjadi letusan eksplosif sebanyak 4 kali yang diiringi aktivitas kegempaan vulkanik. Pada pertengahan Desember 2019 sampai dengan pertengahan bulan Januari 2020 kembali terjadi peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dalam. Kemudian diikuti peningkatan aktivitas di permukaan seperti gempa guguran, hembusan, gempa, multi-phase (MP) dan vulkano-tektonik dangkal (VTB)).
“Lalu terjadi letusan tanggal 13 Februari 2020 ini. Data observasi ini menunjukkan kelanjutan aktivitas intrusi magma menuju permukaan. Aktivitas Gunung Merapi Sejak September 2019 sampai kini adalah fase suplai magma baru dari dapur magma,” terang Hanik.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan membenarkan jika telah terjadi hujan abu tipis di beberapa desa di lereng Merapi Sleman. Selang dua jam terjadi erupsi, hujan abu terpantau turun di Kecamatan Pakem dan Kaliurang.
“Tadi hujan abu sangat tipis di Kalitengah Lor, Kidul, Kaliadem dan Kaliurang sendiri. Serta ada (hujan abu tipis) di Turi dan bukit Turgo,” ujarnya.
Tak hanya di Kecamatan Pakem dan Kaliurang, arah angin yang sempat menuju ke arah Barat Laut, rupanya juga membawa abu vulkanik di beberapa titik ke arah selatan. Tercatat ada beberapa lokasi turun hujan abu hingga ke Kecamatan Tempel. Tidak ada kepanikan dari masyarakat sekitar dan justru masih beraktivitas seperti biasa.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menilai Erupsi Merapi dinilai sebagai sesuatu yang wajar dan justru baik, mengingat Gunung Merapi merupakan gunung yang aktif di dunia. Bila tidak terjadi erupsi justru berpotensi pada letusan dahsyat.
“Merapi itukan gunung yang aktif, jadi kecenderungan tidak erupsi malah dipertanyakan,” ujar Sri Sultan HB X di Bangsal Kepatihan.
Sultan menjelaskan selama tidak meletus, hanya erupsi itu bagus. Sebab bila tidak erupsi, maka akan terjadi tumpukan magma di dalam yang berpotensi terjadi tekanan dari bawah gunung.

Sultan juga menilai masyarakat sekitar Gunung Merapi sudah paham apa yang harus dilakukan bila terjadi erupsi sehingga tidak terjadi kepanikan dan tidak perlu dikhawatirkan.
“Meleleh kan juga hanya di sekitar situ saja, ya kalau masyarakat Merapi sudah paham itu. Gak panik karena barang berharga juga sudah disimpan,” imbuh Sultan.(Tri/C-8/C-4).

Read previous post:
Jamur Merang Hindarkan Gangguan Pencernaan

USAHA meraih sehat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan beberapa langkah sederhana, hemat atau efisien bisa diterapkan siapa saja. Termasuk

Close