Kepergok Mencuri, Kakek Bonyok Diamuk Massa

BAMBANGLIPURO (MERAPI)- Seorang kakek, WD menjadi bulan-bulanan massa setelah kepergok menilep dua buah handphone milik penjaga warung kelontong di Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul. Pria 58 tahun itu merupakan residivis dalam kasus pencurian. Entah apa yang dipikirkan kakek ini hingga nekad mengulangi aksi jahatnya, Selasa (11/2). Kini WD harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Bambanglipuro untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dengan terbata-bata, WD menjawab semua pertanyaan petugas di ruang pemeriksaan Mapolres Bambanglipuro, Bantul, Rabu (12/2). Pria yang telah memiliki cucu ini kepergok sang pemilik toko kelontong saat mengambil dua buah handphone. Kepada petugas, warga Warungpring, Mulyodadi, Bambanglipuro itu menceritakan penangkapan dirinya oleh warga. “Pelaku ini sempat dikejar oleh warga dan tertangkap,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bambanglipuro, Ipda Wahyu Tri Handono didampingi Kapolsek Bambanglipuro AKP Wahyu Sudadi.

Dijelaskan, kejadian ini bermula saat WD datang ke toko kelontong milik Suzudi untuk membeli rokok. Tersangka datang menggunakan sepeda ontel. Ketika masuk ke dalam toko, tidak ada satu pun penjaga yang berada di dalam toko. WD beberapa kali memanggil, namun penjaga toko tidak kunjung keluar. Dia kemudian berinisatif masuk hingga ke ruang tengah toko. Di ruangan itu dia melihat pemilik toko sedang tidur pulas. “Pelapor ini sedang tidur dan menyanding dua buah HP di dekatnya,” jelas Ipda Wahyu.
Mendapati situasi dan kesempatan seperti itu, naluri mencuri kakek ini tiba-tiba muncul. Dengan menyelinap, WD yang setiap hari bekerja sebagai buruh itu masuk ke dalam kamar dan mengambil dua buah handphone milik korban. Sesaat setelah handphone di tangan pelaku, korban terbangun dan sontak meneriaki pelaku.

Akibat teriakan itu, pelaku langsung panik dan berjalan cepat keluar kamar. Saat panik itulah pelaku kemudian melemparkan handphone tersebut. “Jadi dia (tersangka) tidak lari, dia jalan cepat keluar dan membuang dua buah HP yang diambil tadi,” terangnya.
Teriakan korban itu kemudian membuat warga dengan cepat mendatangi lokasi kejadian. Pelaku sempat lari namun berhasil ditangkap oleh warga. Warga yang geram menghadiahi pelaku dengan bogem mentah hingga beberapa kali sebelum dilaporkan ke pihak berwajib. Setelah mendapatkan laporan warga, personel Polsek Bambanglipuro segera datang ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku dari amukan warga. “Pelaku ini pernah menjalani hukuman penjara selama tujuh bulan karena kasus yang sama (pencurian) di Kretek lima tahun silam,” terang Ipda Wahyu.

Sementara, Kakek ini mengungkapkan jika penghasilannya dari buruh tidak menentu dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia berencana akan menjual salah satu handphone hasil curiannya untuk membeli makan. Sedangkan satu handphone lainnya akan digunakan untuk belajar mengoperasikan android. “Gajinya Rp 70 ribu sehari, saya belum pernah pakai HP mau belajar pakai,” ungkap WD.
Saat ini dia harus meringkuk di ruang tahanan Polsek Bambanglipuro. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman penjara di atas lima tahun.(C1)

Read previous post:
MERIAM ANAK MAKASAR (8) – Nama Teluk Buton Diganti dengan Victoria Baai

Kembali tembak menembak terjadi lagi. Dari tengah laut terdengar desing peluru meriam yang melaju kencang ke arah perbukitan “Glegeerrrrr” suaranya

Close