Enam Motor Curian Tak Laku Dijual

YOGYA (MERAPI)- Usai enam kali sukses menggasak motor di wilayah Kota Yogya, maling spesialis berinisial AS (50) warga Surakarta, diamankan polisi. Keenam motor itu masih berada di tangan pelaku lantaran tak laku dijual di media sosial.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini kepada wartawan, Selasa (11/2) mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan korban Sri Sumijah (36) warga Jogoyudan Jetis Yogyakarta. Korban kehilangan sepeda motor Honda Beat di dekat rumahnya.
Mendapat laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan dipimpin Iptu Dody Kurniawan. Hasilnya petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dari penelusuran motor korban yang ternyata sudah ditawarkan di media sosial. Setelah dilacak, petugas mengidentifikasi tersangka di Boyolali.

“Selain menangkap tersangka, kita juga berhasil mengamankan barang bukti enam sepeda motor hasil pencurian di Yogyakarta,” beber Kombes Pol Armaini. Dikatakan, modus yang digunakan tersangka yakni dengan menaiki bus dari Surakarta ke Yogyakarta. Sesampainya di Yogya, tersangka kemudian berkeliling untuk mencari sasaran sepeda motor yang terparkir di tepi jalan.
Setelah mendapat sasaran, tersangka kemudian merusak kunci motor dengan menggunakan kunci T. Tersangka lantas membawa sepeda motor curian ke Sukararta yang rencananya akan dijual melalui media sosial facebook.
“Sudah diiklankan ke facebook tapi belum ada yang laku terjual. Sasaran tersangka ini memang di Yogyakarta, karena wilayahnya ramai,” katanya.
Kombes Pol Armaini menambahkan, tersangka mengambil sepeda motor yang di dalam jok terdapat STNK kendaraan. Tersangka sebelumnya pernah mencuri sepeda motor tanpa STNK kemudian ditinggal di jalan.

“Kalau ada STNK motor ini bisa laku Rp 4 juta-Rp 4,5 juta. Sebelumnya tersangka ini pernah dua kali mencuri motor tanpa STNK dan hanya ditinggal di jalan, katanya karena harganya lebih murah,” jelasnya.
Menurutnya selama bulan Januari 2020 Polresta Yogyakarta telah menungkap tujuh kasus curanmor. Rata-rata pada tahun 2019, setiap bulan terjadi tindak pencurian sepeda motor di Yogya mencapai 7-8 kasus.
“Kasus pencurian sepeda motor di Yogya memang cukup tinggi, tapi alhamdulillah berhasil kita ungkap,” tandasnya.
Guna menghindari kejadian serupa, pihaknya mengimbau pada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Pastikan motor terkunci dengan aman dan maknit kontak tertutup, agar tidak mudah dirusak.

“Meski sepeda motor sudah dikunci stang, ternyata masih bisa dibobol maling. Untuk itu sepeda motor diberi kunci tambahan,” imbaunya.
Sementara itu tersangka AS mengaku melakukan aksi pencurian dengan kunci T karena terinspirasi dari tayangan televisi. Tersangka kemudian mencari sasaran Yogyakarta karena dinilai sangat ramai dan banyak kendaraan.
“Saya mencuri kalau lagi mood aja, tidak setiap hari. Saya pilih Yogya karena ramai. Kalau di Solo takut diketahui tetangga,” jelasnya. Akibat perbuatanya tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (Shn)

Read previous post:
Mina Lestari Wirokerten Bisa Jadi Destinasi Wisata

SEBAGIAN Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) pernah mendapat bantuan hibah dari Gubernur DIY melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY. Satu

Close