10 Kali Curi Kotak Infak, Maling Dihajar Warga

KALASAN (MERAPI)- Pencuri spesialis kotak ikfak, SR (20) warga Nologaten, Klaten babak belur dimassa usai beraksi di Musala Assalam Dusun Sambiroto, Purwomartani, Kalasan, akhir pekan lalu. Warga yang emosi juga merusak motor pelaku. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah 10 kali mencuri kotak infak.
Petugas yang datang ke lokasi kejadian dengan sigap mengamanakan tersangka dari amukan warga beserta barang bukti kotak infak berisi uang Rp 2,6 juta.
“Aksi pencurian itu dilakukan tersangka sekitar pukul 01.30 WIB. Warga yang melihat langsung mengamankanya,” kata Kanit Reskrim Polsek Kalasan Iptu Purwanto kepada wartawan, Senin (10/2).

Iptu Purwanto menjelaskan, aksi pencurian tersebut bermula saat tersangka datang ke lokasi dengan sepeda motor Suzuki Smash. Saat melintas di sekitar lokasi kejadian, ada seorang warga yang sedang mengairi sawah. Saksi melihat tersangka dan langsung mencurigainya.
Tak lama kemudian, tersangka berhenti di dekat halaman Musala, dan masuk ke dalam. Curiga dengan hal tersebut, saksi mengintai gerak-gerik tersangka tidak jauh dari lokasi untuk memastikan hal yang dilakukan.
Setelah itu tersangka keluar dari musala sambil membawa kotak infak. Melihat kejadian itu, saksi lantas berteriak sambil mengejar tersangka. Teriakan saksi membangunkan warga sekitar yang langsung melakukan pengejaran.

Alhasil, tersangka berhasil diringkus tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga yang emosi langsung menghajar tersangka dan merusak sepeda motornya. Petugas yang datang langsung mengamankan tersangka.
“Tersangka ini datang ke Yogya memang sengaja untuk mencuri, kuat dugaan sebelum beraksi tersangka sudah mencari sasaran. Motor yang digunakan punya temannya,” jelasnya.
Di hadapan petugas, tersangka mengaku sudah 10 kali mencuri kotak infak di masjid dan musala. Kendati demikian pihaknya masih terus melakukan pengembangan atas akasi pencurian yang dilakukan.

“Tersangka ini belum pernah tertangkap, selalu lolos. Saat beraksi kalau kotaknya kecil dibawa, kalau besar dicongkel dengan obeng yang telah dipersiapkan dari rumah,” ujar Purwanto.
Atas perbuatannya tersebut, tersangka harus mendekam di sel tahanan Polsek Kalasan. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman kurungan penjara maksimal 5 tahun. (Shn)

Read previous post:
MERIAM ANAK MAKASAR (5) – Digempur, Prajurit Makasar Pantang Menyerah

Prajurit-prajurit Makasar telah mendapat instruksi bahwa untuk sementara Ambon dibiarkan saja dulu dikuasai Belanda. Fokus mereka mempertahankan Sambaopu sekaligus melindungi

Close