Kebutuhan Daging Sapi Sleman Aman

MERAPI-SULISTYANTO Daging sapi mampu berperan menjaga kesehatan tubuh.
Ilustrasi

SLEMAN (MERAPI) – Peristiwa sapi mati di wilayah Gunungkidul yang terjangkit virus antraks, dikhawatirkan mengurangi pasokan daging khususnya di Kabupaten Sleman. Namun, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman memastikan stok kebutuhan daging di wilayah Kota Salak Pondoh masih aman.

Kepala DP3 Sleman, Heru Saptono, mengungkapkan kebutuhan daging sapi khususnya untuk masyarakat maupun warung makan di Kabupaten Sleman masih terbilang cukup. Pasalnya selama ini kebutuhan daging di Sleman dicukupi oleh Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di wilayah Bantul.
“Persedian daging sapi di sleman masih cukup walau ada kasus antraks di Gunung Kidul. Saat ini kebutuhan dicukupi oleh beberapa RPH yang ada di Kabupaten Bantul,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/1).

Selain dari RPH yang di Bantul, kebutuhan daging juga dipenuhi melalui sejumlah supermarket yang ada di Sleman. Supermarket yang selama ini mengambil mengambil daging melalui impor tersebut dipastikan aman.
“Kebutuhan daging juga dicukupi dari supermarket yang kemudian dia mengimpor langsung dari luar negeri. Kalau yang itu kan jelas aman,” tandasnya.

Menurut data dari DP3 Sleman, jumlah kebutuhan daging masyarakat per harinya mencapai 1,28 gram per kapita. Jika dihitung dari total penduduk di Kabupaten Sleman yang mencapai lebih dari 1 juta orang, kebutuhan daging di Sleman mencapai 565,855 ton per hari.

Senada dengan Heru, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae mengatakan kasus penyakit antraks yang tidak berpengaruh terhadap pasar daging di wilayah Sleman. Harga daging sapi di pasaran relatif stabil. “Stok masih mencukupi sehingga harga relatif stabil,” imbuhnya.
Dari pantauan Disperindag, harga rata-rata daging sapi KW 1 di Sleman saat ini adalah Rp 120.000/kg. Merespons isu antraks, pihaknya meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Pemda Sleman melalui UPT Pasar Hewan Gamping rutin melakukan pemeriksaan intensif terhadap hewan berkaki empat yang masuk ke pasar hewan tersebut.

Di samping itu, masyarakat juga bisa melakukan langkah antisipasi sendiri. “Semisal dengan membeli daging dari rumah pemotongan hewan (RPH) bersertifikat, tidak mengkonsumsi daging dari hewan yang sakit, dan memasak daging dengan sempurna,” tutupnya. (C-8)

Read previous post:
Hidup Bermakna

PADA umumnya, manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah realitas yang nampak saja. Firman Allah SWT

Close