RATUSAN ORANG GELAR AKSI DI POLDA DIY-Warga Minta Dilibatkan Berantas Klitih

DEPOK (MERAPI)- Ratusan orang yang tergabung dalam beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) di Yogya mendatangi Polda DIY, Senin (3/2). Mereka menyatakan dukungan kepada Polda DIY untuk memberantas klitih yang sangat meresahkan. Bahkan, mereka minta dilibatkan untuk memberantas klitih.
Sekretaris Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) Yogyakarta, Waljito mengatakan, aklsi ini diikuti oleh sekitar 17 ormas dan relawan FKOR. Dalam aksinya, mereka membawa ratusan anggota itu meminta agar pihak kepolisian melibatkan peran ormas dan relawan untuk menghilangkan klitih di Yogyakarta.

“Klitih ini masih menjadi teror di Yogyakarta, maka kami ormas dan relawan siap membantu dan menyatakan perang terhadap klitih. Sehingga teror yang ada di Yogya, bisa segera diatasi. Kita mendesak kepada kepolisian untuk sinergitas dengan ormas dan relawan,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan.
Selain untuk melibatkan ormas dan relawan, Waljito juga meminta agar segera ada aturan yang jelas untuk penanganan pelaku klitih. Aturan tersebut haruslah dimulai dari pencegahan, penanganan hingga adanya rehabilitasi untuk pelaku.

“Membuat sebuah aturan, seperti yang dikatakan gubernur akan membuat peraturan gubernur. Yang secara masif nanti akan menyelesaikan masalah klitih mulai pencegahan, penanganan dan rehabilitasi terhadap pelaku. Seperti misalnya ada aturan yang membatasi pelajar itu keluar malam yang dioperasi oleh Satpol PP,” jelasnya.
Waljito juga menyoroti perihal maraknya temuan penggunaan obat-obatan terlarang maupun miras yang digunakan untuk pelaku sebelum beraksi. Pihaknya meminta agar kepolisian yang menjadi leading sektor dalam dalam hal ini lebih serius dalam penanganannya.

“Leading sektornya adalah kepolisian, karena setiap pelaku klitih pasti menggunakan miras maupun obat-obatan terlarang. Sehingga sinergitas kepolisian, pemerintah daerah, ormas dan masyarakat diperlukan supaya masalah ini cepat selesai,” tandasnya.
Terkait dengan tidak jeranya pelaku klitih yang kembali bermanuver mencari korban di jalan, ia meminta agar ada upaya rehabilitasi. Upaya rehabilitasi tetap harus mengedepankan unsur hak asasi manusia dan melindungi posisi pelaku sebagai anak.

“Biasanya pelaku yang sudah pernah ditangkap, keluar dan kembali ke komunitasnya melakukan klitih lagi. Ini harus ada rehabilitasi yang tidak mengabaikan nilai-nilai hak asasi manusia, melindungi keberadaan dan posisi dia sebagai anak, tetapi juga menyembuhkan mereka dari pengaruh klitih,” tegasnya.
Terkait peran ormas dan relawan kedepannya dalam penanganan klitih, pihaknya menuturkan jika ia dan rekan-rekan nantinya akan menjadi mitra dari kepolisian. Ia menyebut akan dilibatkan dalam kelompok kerja (pokja) yang sedang direncanakan oleh pihak kepolisian.
“Nantinya kita akan dilibatkan dalam penyusunan pokja, seperti apa penyelesaian, formulasi yang paling tepat, paling bagus sehingga lebih efektif. Kalau didukung banyak elemen kan lebih bagus. Kalau untuk main hakim sendiri memang tidak boleh, kita nanti sama-sama polisi, kalau untuk eksekusinya nanti dari polisi,” jelasnya.

Terpisah, Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar yang datang menemui peserta aksi menyatakan apresiasinya atas dukungan dari elemen dan ormas yang ada di Yogyakarta dalam kepedulian mengatasi klitih. Pihaknya meminta agar masyarakat juga membantu dalam mengawasi orang-orang yang ada di sekitarnya utamanya yang memiliki tingkah laku negatif.
“Dalam skala kecil pasti kenal orang yang baik, orang yang biasa saja, dan orang yang bertingkah laku tidak baik. Kalau ada orang yang seperti itu tolong diberitahu. Kita berterima kasih untuk bersama-sama mendukung Polda dan Pemerintah Provinsi Yogyakarta,” terangnya.

Asep juga menyampaikan sejauh ini pihak kepolisian sudah melakukan berbagai upaya penanganan klitih. Salah satunya adalah menggelar razia dalam skala besar setiap malam di wilayah Yogyakarta.
“Kita sudah razia ke sekolah-sekolah, kerjasama dengan pihak sekolah untuk mengedukasi pelajar juga. Setiap malam kita juga melakukan razia dengan skala besar mulai pukul 23.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB pagi,” tutupnya.(C-8/Shn)

Read previous post:
PONDOKAN ILEGAL MUNCUL DI UMBULHARJO-Kenakan Tarif Harian, Pihak Kecamatan Turun Tangan

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Penginapan tak berizin muncul di wilayah Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta. Bangunan itu sudah digunakan sebagai penginapan harian,

Close