PENATAAN KABEL KAWASAN TUGU-PLN Siapkan Listrik Cadangan

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Target kawasan Tugu Yogyakarta bebas kabel udara terus dipersiapkan. Dari pihak PLN mempersiapkan listrik cadangan saat pengerjaan pemindahan kabel udara ke bawah tanah. Termasuk menata travo untuk sambungan listrik ke pelanggan.

“Kami siapkan cadangan listrik. Jika nanti jaringan baru dikerjakan, listrik di pelanggan tetap menyala. Saat jaringan siap baru dipindahkan,” kata Manajer PT PLN Area Yogyakarta Eric Rossi, Senin (3/2).

Diakuinya kemauan dari Pemkot Yogyakarta agar pemindahan kabel listrik udara ke bawah tanah dalam saluran ducting dilakukan mulai dari Jembatan Gondolayu ke barat sampai Tugu Yogyakarta dan mengitari kawasan itu. Tapi sementara yang akan direalisasikan dulu di area sekitar 100 meter mengitari kawasan Tugu Yogyakarta.

“Maunya gitu dari Pemkot Yogya, biar rapi. Cuma untuk membuat ducting butuh anggaran besar. Termasuk untuk travo jika ditempatkan di bawah tanah banyak makan tempat,” tambahnya.

Menurutnya penempatan travo listrik bisa di atas dan bawah tanah. Namun untuk bawah tanah harus ada ruang di bawah tanah yang diducting. Setiap pelanggan di sekitar itu setidaknya membutuhkan satu ruang travo ducting. Contoh misalnya ada bank di kawasan sekitar Tugu maka harus ada satu tempat travo di bawah tanah.

“Kabel listrik di bawah tanah lebih aman karena kalau di atas ada gangguan seperti kena ranting pohon. Tapi jika ada gangguan listrik, maka membutuhkan waktu lebih lama perbaikannya karena harus mencari di bawah dan bongkar ducting,” terang Eric.

Untuk mendukung bebas kabel listrik di kawasan Tugu Yogyakarta, pihak PLN juga akan memundurkan travo di sekitar kawasan itu. Dia mengatakan jarak travo yang diundurkan disesuaikan dengan lokasi dan tempat di lapangan. “Tidak mesti diundurkan 100 meter dari Tugu Yogyakarta. Bisa 200 atau 300 meter yang penting 100 meter bersih dari kabel listrik,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti menyatakan untuk sepanjang jalan barat Jembatan Gondolayu kabel listrik tidak bisa dibuat saluran ducting. Bagian yang tidak bisa pada sambungan rumah karena membutuhkan travo.

“Travo yang diletakan di bawah tanah karena harus kedap air. Tidak boleh kena air. Itu hasil diskusi kami dengan PLN. Perlu infastruktur pendukung jika dipindah di bawah. Kami masih akan koordinasi dengan PLN. Kemungkinan awal kabel listrik yang dipindah di bawah adalah seratus meter yang mengitari Tugu Yogyakarta,” jelas Umi.

Pembangunan saluran ducting itu menjadi satu paket dengan pekerjaan revitalisasi pedestrian Jalan Sudirman barat sampai Tugu Yogyakarta atau segmen barat. Penataan pedestrian itu menggunakan dana keistimewaan DIY sekitar Rp 27 miliar. (Tri)

Read previous post:
5 Kecamatan di Kulonprogo Terdampak Jalur Tol

WATES (HARIAN MERAPI) - Lima kecamatan di Kabupaten Kulonprogo terkena dampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo yang akan dilaksanakan pembebasan lahan dan

Close