Bank BPD DIY Bima Perkasa Dikalahkan Timnas dan Satya Wacana di III

JAKARTA (HARIAN MERAPI) – Bank BPD DIY Bima Perkasa gagal meraih kemenangan pada Seri III Indonesian Basketball League (IBL) di Jakarta. Satu-satunya wakil DIY di IBL ini menelan kekalahan dari Tim Nasional (Timnas) alias Indonesia Patriots Jumat (31/1) dan Satya Wacana Salatiga Minggu (2/2). Bank BPD DIY Bima Perkasa kini mengumpulkan 8 angka dalam enam pertandingan selama tiga seri yang sudah mereka lakoni.

Di seri Jakarta, Bank BPD DIY Bima Perkasa tampil pincang. Mereka hanya diperkuat dua pemain asing, Devin Gilligan dan Mamadou Diakite. Nama terakhir sendiri baru bergabung tiga hari sebelum laga perdana melawan Timnas. Filip Pejovic, pemain asing pengganti David Seagers baru bisa bergabung di Seri Yogya, Kamis (6/2) mendatang.
Tim besutan Raoul Miguel Hadinoto itu kalah 74-93 lawan Timnas dalam pertandingan yang berlangsung Jumat (31/1) malam. Kinerja wasit yang memimpin pertandingan disorot fans karena diduga berat sebelah. Namun Raoul sendiri enggan menyalahkan wasit jadi sebab kekalahan mereka.

“Saya enggak mau cari kambing hitam. Kami harusnya konsisten dan mereka (wasit) juga harusnya konsisten. Apa yang ditiup di kami juga ditiup di mereka (Timnas),” kata pelatih yang akrab disapa Eboss itu usai laga.

Sementara itu di laga kedua lawan Satya Wacana, Bank BPD DIY Bima Perkasa tidak diperkuat Nuke Tri Saputra dan Yanuar Dwi Priasmoro. Nuke mendapat cedera hamstring saat lawan Timnas sedangkan Yanuar masih pemulihan cedera lutut. Meski pincang, Frida Aris dan kawan-kawan masih menunjukkan semangat tarung tinggi di lapangan. Tertinggal 6 angka 19-25 di kuarter pertama, satu-satunya wakil Yogyakarta di liga basket tertinggi tanah air mulai menemukan permainan terbaik di kuarter dua. Mereka mencetak 18 angka lalu menutup babak pertama dengan 37-42. Kuarter tiga berjalan seru. Terjadi 13 kali pergantian perolehan angka dari kedua tim. Bank BPD DIY sempat memimpin namun tembakan tiga angka Montrell Williams membawa Satya Wacana unggul tipis 66-62.

Kuarter terakhir berjalan panas. Saat skor 91-88 dengan sisa waktu pertandingan di bawah 5 detik, Alan As’Adi dan Restu Dwi Purnomo foul out. Keputusan wasit yang menganggap dua pemain Bank BPD DIY Bima Perkasa itu melakukan foul ke-5 diprotes keras Point Guard Azzaryan Pradhita karena dianggap aneh. Restu dianggap melakukan foul padahal hanya mematung saat screening lawan sedangkan Alan dianggap melakukan flagrant foul ketika melakukan steal.

Tim pelatih sempat meminta wasit melihat tayangan ulang sebelum mengambil keputusan final namun pengadil di lapangan bergeming. Bank BPD DIY harus menelan kekalahan kedua 88-91 dari Satya Wacana Salatiga.

Dua pemain asing Bank BPD DIY Bima Perkasa tampil memukau di Seri III IBL. Dalam dua pertandingan Devin Gilligan dan Mamadou Diakite mencetak di atas 20 angka. Devin membukukan 24 angka dalam laga lawan Timnas. Catatannya membaik di laga kedua melawan Satya Wacana Salatiga dengan double-double 28 angka dan 18 rebound, terbaik selama enam laga di IBL bersama tim.

Mamadou Diakite juga mampu menjawab ekspektasi tim pelatih dengan mencetak double-double dalam dua pertandingan. 14 poin dan 15 rebounds melawan Timnas lalu naik jadi 23 angka dan 16 rebound di laga kedua. “Baru bergabung lalu mencetak double double tanda proses adaptasi berjalan cukup bagus,” puji Eboss.

Catatan statistik pemain lokal juga makin baik di Seri III IBL. Azzaryan Pradhita cukup baik menunaikan tugas sebagai point guard selama dua laga. Sebelas asis ia kemas dalam dua laga, 4 saat lawan Timnas dan 7 ketika berhadapan dengan Satya Wacana. Di laga kedua jumlah asisnya jadi yang tertinggi dalam pertandingan. Alan As’Adi juga makin membaik dengan sumbangan 11 angka, sembilan dari lemparan tiga angka. (Des)

Read previous post:
PEMBACOKAN MERAJALELA-Driver Ojol Minta Polisi Serius Perangi Klitih

SLEMAN (MERAPI)- Sejumlah driver ojek online (ojol) mengaku dihantui aksi klitih yang makin merajalela. Apalagi mereka sering bekerja saat malam

Close